Pendudukan Jepang pada 1942-1945 juga membuat masyarakat mencari perlindungan di sekitar benteng dengan izin dari Sultan Hamengkubuwono IX.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah dan Profil Singkat Taman Nasional Alas Purwo: Memiliki Ekosistem Alas Purwo!
BACA JUGA: Gunung Kelimutu dan Danau Tiga Warna: Memiliki Sejarah dan Legenda yang Mistis!
Saat ini, dari lima plengkung, hanya Plengkung Wijilan dan Plengkung Gadhing yang masih berdiri utuh.
Sisa-sisa benteng lain meliputi Pojok Beteng Wetan, Pojok Beteng Kulon, Pojok Beteng Lor, dan dinding yang membentang dari Plengkung Gadhing hingga Pojok Beteng Wetan.
Meski sebagian telah berubah, Benteng Keraton Yogyakarta tetap menjadi simbol kejayaan dan warisan budaya yang penting untuk dilestarikan bagi generasi mendatang.