Pemkot PGA

Gunung Kelimutu dan Danau Tiga Warna: Memiliki Sejarah dan Legenda yang Mistis!

 Gunung Kelimutu dan Danau Tiga Warna: Memiliki Sejarah dan Legenda yang Mistis!

Gunung Kelimutu dan Danau Tiga Warna: Memiliki Sejarah dan Legenda yang Mistis!-foto: net-

PAGARALAMPOS.COM - Gunung Kelimutu serta Danau 3 rona adalah destinasi wisata alam yang seringkali menghiasi banyak sekali media.

Rona air tiga danau dan kadang berubah, menghasilkan kenyataan alam ini menarik perhatian wisatawan serta para peneliti.

Gunung serta danau pada Taman Nasional Kelimutu ini pula memiliki keterkaitan budaya serta agama dengan Suku Lio sebagai akibatnya melahirkan beberapa legenda.

Profil Gunung Kelimutu dan  Danau tiga warna

Dikutip asal Kelimutu National Park, Gunung Kelimutu dan  Danau tiga warna dikelola oleh Balai Taman Nasional Kelimutu, Kementerian ESDM.

BACA JUGA:Sejarah Singkat Tari Tor Tor: Menyimpan 5 Fakta Menarik dan Keunikan!

Letaknya pada Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Danau 3 warna terletak pada zenit Kelimutu, tepatnya di timur laut kaldera Sukaria.

Buat masyarakat umum, jam buka Taman Nasional Kelimutu ialah 05.30-17.00. Tiket masuk bagi WNI Rp5.000, sedangkan bagi WNA Rp150.000.

Kelimutu ditunjuk sebagai daerah taman nasional berdasarkan SK Menteri Kehutanan No.279/Kpts-II/92 dengan luas kurang lebih 5.000 hektare.

SK tadi diperkuat menggunakan SK No.675/Kpts-II/97 yang menyatakan bahwa luas Taman Nasional Kelimutu artinya 5.356,5 hektare menggunakan garis batas sepanjang 48.423,44 meter.

BACA JUGA:Tari Saman: Sejarah Asal Mula Tari, Hingga Keuniknya: Memiliki Harmonisasi Seribu Tangan dalam Kesenian!

Huma Taman Nasional Kelimutu dibatasi dengan 241 pal yg bersinggungan menggunakan 25 desa di 5 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Ende.

Taman Nasional Kelimutu dibagi menjadi 7 zona, yaitu zona inti, rimba, pemanfaatan, tradisional, rehabilitasi, budaya, dan spesifik.

Danau tiga warna masuk dalam zona inti, pemanfaatan, serta budaya. Sedangkan Gunung Kelimutu yang dipergunakan untuk pendakian masuk pada zona pemanfaatan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait