Sejarah Singkat Museum Geologi Bandung: Banyak Memiliki Koleksi Unik!

Selasa 04-03-2025,15:20 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

BACA JUGA:Sejarah Letusan Gunung Tambora: Serta Seperti Apa Dampaknya terhadap Kehidupan Manusia!

Hasil dari penyelidikan tersebut mirip model batuan, fosil, mineral, laporan, dan peta membutuhkan daerah buat ruang penyimpanan dan melakukan analisis.

Oleh karena itu, pada tahun 1928 Dienst van den Mijnbouw menciptakan gedung pada Rembrandt Straat Bandung.

Gedung tersebut bernama Geologische Museum. Pembangunan gedung tersebut melibatkan 300 pekerja bangunan serta ditaksir menghabiskan porto sebesar 400 gulden.

dalam pembangunannya, Geologische Museum dirancang dengan gaya Art Deco dan  arsitek yang menanganinya artinya Ir Menalda van Schouwenburg.

BACA JUGA:Sejarah Singkat Rumah Adat Aceh: Memiliki Keunikan dan Makna dalam Arsitekturnya!

Pada 16 Mei 1929 yg bertepatan menggunakan Kongres Ilmu Pengetahuan Pasifik ke IV, gedung tadi diresmikan.

Di masa Perang dunia II, pemerintah Hindia Belanda membuahkan bangunan museum tersebut menjadi markas angkatan udara.

Seluruh koleksi pada Museum Geologi dipindahkan ke Gedung Pensioen Fonds yg kemudian dikenal menjadi Gedung Dwiwarna.

Pada masa pendudukan Jepang, museum ini dikelola oleh Kogyo Zimusho serta namanya diganti menjadi Chisitsu Chosasho.

BACA JUGA:Pesona Situs Megalitik Terbesar Nusantara: Warisan Bersejarah Dekat Bondowoso

Tahun 1945 sehabis Indonesia merdeka, pengelolaan museum ini pada bawah pusat Djawatan Tambang serta Geologi (PDTG) dalam rentang ketika 1945-1950.

Pada bawah pengelolaan PDTG, gedung ini telah mengalami pergantian nama hingga akhirnya sebagai pusat Survei Geologi pada tahun 2005 hingga kini  .

Koleksi pada Museum Geologi

Museum Geologi terbagi menjadi beberapa ruang pamer yang menempati pada lantai I serta pula lantai II. berikut ini berbagai koleksi menarik yang ada pada tiap lantai.

BACA JUGA:Pesona Situs Megalitik Terbesar Nusantara: Warisan Bersejarah Dekat Bondowoso

Kategori :