Sejarah Keunikan Rumah Adat Bugis: Makna Penting Filosofis Dibalik Rumah Adat!

Senin 03-03-2025,10:20 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

Ruang primer, atau badan rumah, memiliki beberapa nama lokal mirip alebola atau watangmpola pada lingkungan Bugis serta kale balla’ pada Makassar.

Ruang ini merupakan ruang serbaguna yg menjadi sentra kehidupan sehari-hari pada tempat tinggal.

Pada sini, aneka macam aktivitas dijalankan, mulai asal menerima tamu, berkumpul beserta keluarga, beristirahat, tidur, makan, hingga memasak.

Ruangan ini diatur buat mendukung aneka macam keperluan domestik serta sosial.

BACA JUGA:Sejarah Candi Muaro Jambi, Mengungkap Misteri-Misteri dan Keunikan Candi Muaro Jambi!

4. Bagian Bawah rumah

Rongga di bawah rumah rumah, yg diklaim awabola sang rakyat Bugis serta siring sang warga  Makassar, merupakan area terbuka yg terletak pada bawah lantai tempat tinggal.

Area ini tak jarang dipergunakan untuk aktivitas kalem, mirip daerah bermain atau bersantai selama hari.

Selain itu, kolong tempat tinggal juga berfungsi sebagai kawasan penyimpanan indera-indera pertanian serta kawasan berlindung buat binatang ternak.

BACA JUGA:Sejarah Candi Sewu: Candi Kuno yang bercorak Buddha, Serta Kisah Legenda yang Bermakna!

Ruang ini memanfaatkan kesegaran yang asal dari tanah, menjadikannya daerah yg ideal untuk bersantai di siang hari.

Makna Filosofis

Keunikan rumah adat Bugis: Arsitektur dan  Filosofi pada Baliknya

pada filosofi masyarakatnya, pembagian rumah tata cara Bugis tidak hanya fungsional namun jua mempunyai makna kosmologis.

BACA JUGA:Jejak Sejarah Kerajaan Bali: dan Bagaimana Perjalanan Sejarah Kerajaan Bali?

Mereka memandang rumah menjadi mikrokosmos yg merepresentasikan alam semesta, yang terbagi sebagai 3 wilayah, yakni dunia atas, dunia tengah, serta global bawah laut.

Kategori :