Selain itu, rumah istiadat Bugis dibuat buat tahan gempa menggunakan memakai kayu panjang tanpa sambungan yg mampu meredam getaran.
Desain arsitektur mereka terinspirasi berasal Istana Saoraja pada Bone, yg umumnya menghadap ke bahari, memberikan kedekatan budaya mereka menggunakan laut.
Dikutip berasal situs Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan, terdapat dua jenis tempat tinggal istiadat Bugis, Saoraja dan Bola, yang keduanya memiliki bentuk yang serupa.
Tetapi berbeda pada beberapa aspek mirip jumlah tiang serta berukuran. Berikut penjelasan mengenai bagian-bagiannya.
BACA JUGA:Susun Laporan Akuntabilitas Kinerja, Harus Akurat dan Berbasis Data
1. Struktur tempat tinggal panggung
Rumah tradisional Bugis biasanya menggunakan desain rumah panggung. Atapnya pelana, serta yang unik ada timpalaja yg jumlah susunannya mencerminkan status sosial pemiliknya.
Strukturnya dibagi menjadi 3 bagian primer yg melambangkan tubuh insan:
Tiang-tiang yang menyokong bagian bawah diibaratkan menjadi kaki, bagian tengah yang luas sebagai badan, dan atap yg melengkapi struktur menjadi ketua.
2. Ruang Atas
BACA JUGA:Sejarah Candi Muaro Jambi, Mengungkap Misteri-Misteri dan Keunikan Candi Muaro Jambi!
Ruang atas tempat tinggal Bugis dikenal menjadi Rakkeang pada kalangan Bugis dan parapara di Makassar. Area ini ialah area yg terletak di bawah atap namun berada pada atas plafon.
Umumnya, area ini dimanfaatkan menjadi gudang penyimpanan, kawasan menyimpan bahan pangan yg perlu dikeringkan atau diawetkan.
Selain itu, juga menjadi lokasi penyimpanan benda-benda berharga atau pusaka keluarga.
3. Ruang primer
BACA JUGA:Memahami Sejarah Candi Sukuh, Ternyatah Ada Fakta Unik Dibalik Candi Sukuh!