Pada masa kemudian, para pendaki tak jarang menemui jejak binatang yg langka ini sepanjang jalur pendakian.
Bahkan, jejak-jejak tersebut kadang-kadang masih ditemukan sampai dekat menggunakan pemukiman penduduk. tetapi, saat ini, semakin sulit buat menemui jejak Harimau Sumatera tersebut.
Kemungkinan mereka telah bermigrasi ke lokasi lain karena aktivitas manusia yg semakin meningkat di sekitar Gunung Masurai.
BACA JUGA:Monumen Bersejarah: Simbol Perjuangan Rakyat Sumatera Selatan, Kisah Terbentuknya Monpera!
keindahan Danau Kumbang serta Danau Mabuk
Gunung Masurai tidak hanya dikenal sebab mitosnya. Tersembunyi pada balik gagahnya Gunung Masurai adalah 2 danau yang menjadi daya tarik bagi para pendaki.
Danau Kumbang (dua.430 mdpl) serta Danau Mabuk (2.533 mdpl) ialah dua permata yg terletak berdampingan di puncak gunung ini.
Akses ke pinggiran ke 2 danau ini bukanlah bepergian yang mudah. Pendaki wajib melewati jalur yg sangat terjal, curam, serta licin.
BACA JUGA:Sejarah Asal-Usul Suku Buton, Sekumpulan Etnis, Dari Membangun Perkampungan Hingga Kesultanan!
Bahkan, terdapat tanjakan yg dikenal menjadi “Tanjakan Syaiton” sebab kemiringannya yang ekstrem.
Meski perjalanan menuju danau ini tidaklah praktis, pendaki merasa bahwa seluruh usaha mereka terbayar lunas ketika hingga pada sana.
Danau Kumbang, terutama, tak jarang dikunjungi oleh pendaki buat mengisi persediaan air. asal jalur pendakian, jaraknya cukup dekat, hanya kurang lebih 30 mnt perjalanan.
Danau Kumbang ialah danau kawah yg memiliki luas 23,55 hektar. Airnya sangat jernih, dan suasana di sekitarnya sangat hening. Keheningan bertambah sebab danau ini dilingkupi sang hutan lebat.
BACA JUGA:Sejarah Benteng Kuto Besak di Palembang, yang Menjadi Pusat Wisata Sekarang ini!
Sedangkan Danau Mabuk, walaupun juga memberikan pesona yg tidak kalah memukau, lebih sulit diakses serta acapkali tertutup hutan belantara. kondisi ini membentuk danau ini jarang dikunjungi oleh pendaki.