Rumah ini berbentuk panggung dengan atap curam dan dinding berbentuk kotak, biasanya ditempati oleh masyarakat yang tinggal di sekitar hulu Sungai Musi.
Secara etimologis, nama "Ulu" berasal dari kata "uluan," yang berarti perdesaan atau wilayah hulu.
Rumah Ulu memiliki bentuk dasar denah segi empat yang terdiri atas garang di bagian paling depan, dengan bagian tengah terdiri atas sengkar atas dan sengkar bawah.
Salah satu ciri khasnya adalah pagu hantu, sejenis plafon yang hanya ada di sebagian ruangan dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan makanan dan barang-barang.
BACA JUGA:Miliki Ragam Suku dan Budaya! Inilah 3 Rumah Adat Khas Papua
4. Rumah Rakit: Jejak Sejarah Kedatuan Sriwijaya
Rumah Rakit adalah rumah tradisional tertua di Sumatra Selatan, yang diyakini sudah ada sejak zaman Kedatuan Sriwijaya.
Rumah ini dibangun di atas rakit yang mengapung di sepanjang aliran Sungai Ogan, Sungai Musi, dan Sungai Komering.
Rumah ini harus diikat ke sebuah serdang atau penambat agar tidak hanyut terbawa arus sungai.
Rumah Rakit merupakan contoh sempurna adaptasi manusia terhadap kondisi geografis yang dipenuhi air, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari sejarah dan budaya Sumatra Selatan.
BACA JUGA:Menjelajahi Keberagaman Suku Papua! Salah Satunya Ada 3 Rumah Adat Khas Papua yang Unik dan Menarik
5. Rumah Kilapan: Kesederhanaan Tanpa Ukiran
Rumah Kilapan adalah rumah tradisional Sumatra Selatan yang tidak memiliki ukiran pada dindingnya, tetapi permukaannya dihaluskan menggunakan ketam dan sugu.
Rumah ini termasuk sebagai rumah panggung dengan tiang-tiang kayu yang tidak ditanam ke dalam tanah.
Melainkan didirikan di atas tanah dan diperkuat dengan batu-batu, yang disebut tiang duduk.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Sumatera Selatan: 7 Fakta Menarik yang Belum Banyak Diketahui