BACA JUGA:Senjata Tradisional sebagai Simbol Perjuangan di Monumen Bambu Runcing
Namun, argumentasi yang lebih kuat menyatakan bahwa koin-koin tersebut bukanlah alat tukar, melainkan amulet logam yang memiliki kekuatan magis.
Terlepas dari itu, temuan ini memiliki nilai yang sangat berharga untuk memahami kehidupan di masa lalu.
Selain koin-koin tersebut, juga ditemukan beliung persegi, kapak batu, dan batu yang mirip dengan kujang. Namun, belum ditemukan fosil hewan purba atau manusia purba.
Hal ini mungkin disebabkan oleh lapisan tanah di Situs Gunung Padang yang sangat subur sehingga makhluk hidup yang mati akan terurai dengan tanah.
BACA JUGA:Punya Bentuk Muka yang Bulat? Jangan Khawatir Ini Dia Rekomendasi Model Rambut Pendek
Jika tanah di situs ini gersang atau tandus, maka makhluk hidup yang mati di lokasi tersebut tidak akan terurai sehingga dapat membentuk fosil.
Meskipun demikian, temuan-temuan yang ada di Situs Gunung Padang memberikan petunjuk yang kuat tentang peradaban manusia pada masa Megalitikum atau Zaman Batu Besar.
Situs Gunung Padang yang terletak di Desa Karyamukti, adalah sebuah kompleks punden berundak yang menyerupai pemakaman dengan luas sekitar 900 meter persegi.
Tingginya mencapai sekitar 100 meter dari kaki bukit. Luas areal situs ini diperkirakan lebih dari 17 hektar.
BACA JUGA:Tampil Anggun dan Menarik dengan 4 Gaya Rambut Panjang Lurus Wanita Ala Korea
Bangunan punden berundak ini memiliki 5 tingkat hingga mencapai puncaknya.
Situs ini terbentuk dari potongan-potongan batu vulkanik dengan ukuran yang bervariasi. Bongkahan batu ini umumnya memiliki panjang 1 meter dan lebar 20 cm.
Diperkirakan batu-batu ini berasal dari jenis batuan andesit, basaltik, dan basal, yang diperoleh dari lingkungan sekitarnya.
Temuan batu serupa juga ditemukan di Kampung Empang dan Kampung Ukir yang berjarak sekitar 500 meter di sebelah tenggara Situs Gunung Padang.
BACA JUGA:Tips Mengganti Gaya Rambut Tanpa Penyesalan