Pemkot PGA

Salah Memilih Atap Teras Dapat Mengakibatkan Kerugian, Berikut Panduan Baja Ringan Berdasarkan Standar Teranya

Salah Memilih Atap Teras Dapat Mengakibatkan Kerugian, Berikut Panduan Baja Ringan Berdasarkan Standar Teranya

Salah Memilih Atap Teras Dapat Mengakibatkan Kerugian, Berikut Panduan Baja Ringan Berdasarkan Standar Teranyar.-pagaralampos-kolase

PAGARALAM POS.COM -  Atap teras dari baja ringan semakin populer karena kekuatannya, efisiensi biaya, dan kesesuaiannya dengan iklim tropis.

Simak panduan tentang desain, ukuran, risiko, serta perkiraan anggaran terbaru 2026 di Indonesia.

Atap teras sering dianggap sebagai elemen pendukung rumah. Namun, di iklim tropis Indonesia dengan curah hujan yang tinggi dan sinar matahari yang terus menerus berdasarkan data dari Badan Meteorologi,

Klimatologi, dan Geofisika teras menjadi pelindung utama bagi hunian.

Jika salah memilih bahan, bisa mengakibatkan kebocoran, rangka yang melengkung, atau terperangkapnya panas.

BACA JUGA: 5 Rekomendasi Ertiga Second Terjangkau di Bawah 100 Juta, Ideal untuk Keluarga

Saat ini, baja ringan semakin diminati. Ini bukan hanya sekadar tren. Material ini tahan terhadap rayap, ringan, dan mudah dipasang.

Di banyak kota besar, termasuk daerah pesisir Kalimantan, kebutuhan atap teras baja ringan meningkat karena dianggap cocok untuk kondisi cuaca lembap dan hembusan angin yang kencang.

Ingin tahu model atap teras baja ringan minimalis mana yang paling cocok untuk rumah modern? Mari simak hingga selesai, Cess!

Mengapa Atap Teras Baja Ringan Menjadi Pilihan yang Bijak untuk Rumah Tropis?

Baja ringan yang terbuat dari galvalum (campuran seng dan aluminium) memiliki ketahanan terhadap korosi yang sangat baik.

BACA JUGA: Gaya Terbaru Honda Supra GTR 150 2026: Sporty, Bergaya, dan Siap Menjadi Skuter Bebek Favorit

Ini sangat sesuai untuk daerah dengan tingkat kelembapan yang tinggi. Modelnya bervariasi: mulai dari datar minimalis, miring satu sisi, kombinasi polikarbonat transparan, hingga desain modern industrial.

Contoh di lapangan menunjukkan bahwa banyak perumahan baru yang mengadopsi model atap miring satu arah dengan kemiringan 5–15 derajat, sehingga air hujan dapat mengalir dengan cepat.

Secara struktural, rangka baja ringan dibuat dengan sistem kuda-kuda dan reng yang dibuat secara presisi di pabrik, sehingga kualitasnya lebih baik dibandingkan kayu tradisional.

Arsitek terkenal Frank Gehry pernah mengatakan, “Material ringan memberikan kebebasan dalam bentuk dan efisiensi struktur tanpa membebani fondasi. ”

Dalam konteks rumah tropis, pernyataan ini sangat relevan—beban yang ringan berarti tekanan yang lebih kecil pada dinding dan sloof.

BACA JUGA:Menggunakan Tecno Camon 50 Pro 5G di luar ruangan, Ringan untuk dibawa, Kuat menghadapi hujan.

Nah, merancang atap teras tidak hanya masalah gaya. Ini juga berhubungan dengan fungsi dan daya tahan, tentu kamu paham kan?

Apakah Kamu Sering Salah Memilih Model? Ini Beberapa Insight yang Harus Diketahui

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait