BPBD Pagar Alam Rekam 26 Kasus Karhutla, Dempo Selatan Terluas Lahan Terbakar
Foto : Kebakaran hutan di Gunung Dempo,-ilustrasi-pagaralampos.com
PAGARALAMPOS.COM - Kemarau panjang terjadi belakangan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagar Alam merekam sedikitnya 26 kasus kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah kaki Gunung Dempo.
Kendati tidak ada korban jiwa, peristiwa Karhutla di wilayah Kota Pagar Alam telah terjadi di lima kecamatan yang telah memberanguskan areal seluas sekitar 29,75 hektar.
"Dari data kasus kejadian tersebut, wilayah Dempo Selatan paling luas terjadi Karhutla, dengan rincian sekitar 61 persen dari 29,75 hektar areal terbakar," ujar Kepala BPBD Kota Pagar Alam Agus Ahmad melalui Kasubid Kesiapsiagaan dan Logistik Panca Putra SE kepada pagaralampos.com, Senin (21/9/2026).
Dia menyebut untuk riancian kejadian, 16 kasus Karhutla di wilayah Kecamatan Dempo Selatan dengan luas terbakar sekitar 16,50 H, 5 kasus di Dempo Tengah dengan areal terbakar sekitar 6,25 H, 3 kasus dengan luas sekitar 4,2 H di Pagar Alam Selatan dan Dempo Utara dan Pagar Alam Utara masing masing 1 kasus Karhutla dengan areal terbakar sekitar 1 H.
BACA JUGA:Polres Pagar Alam Ingatkan Pelaku Karhutla Bisa Diancam Penjara 10 Tahun
BACA JUGA:Sambang Pos Kamling, Kapolsek dan Bhabinkamtibmas Ajak Cegah Karhutla
Sebelumnya, Panca Putra menyebut, jika Tim Penanggulan Karhutla dari BPBD Kota Pagar Alam melakukan respon cepat atas laporan masyarakat terkait adanya kejadian Karhutla.
"Petugas kita bersama TNI dan Polri berjibaku mengatasi kobaran api agar Karhutla tidak meluas menjalar ke lahan lainnya," ucapnya seraya mengatakan 26 kasus Karhutla terekam sejak Juli hingga 13 September 2026.
Sementara itu, Walikota Pagar Alam H Ludi Oliansyah mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan hingga tingkat RT/RW untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Dia meminta para camat, lurah, hingga ketua RT/RW aktif memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya warga yang memiliki lahan pertanian dan perkebunan, agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Menghadapi fenomena El Nino dan musim kemarau panjang, Lurah, Camat, hingga RT/RW diminta aktif mengimbau warga menjaga lahan pertanian dan perkebunan dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla),” ujarnya.
Menurutnya, edukasi mengenai bahaya dan langkah pencegahan Karhutla harus terus dilakukan. Sebab, api yang awalnya terlihat kecil dapat dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan, terutama saat kondisi lahan dan vegetasi kering. “Api kecil menjadi kawan, kalau sudah besar menjadi lawan,” serunya.
BACA JUGA:Kemarau Ancam Kekeringan di Pagar Alam, BPBD Ingatkan Bahaya Karhutla
BACA JUGA:Karhutla Terjadi Dekat Bandara Atung Bungsu
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

