Mengulik Suku Tanimbar: Sejarah, Budaya, dan Tradisi yang Sarat Makna
Mengulik Suku Tanimbar: Sejarah, Budaya, dan Tradisi yang Sarat Makna-Foto: net -
PAGARALAMPOS.COM – Suku Tanimbar merupakan salah satu kelompok etnis di Indonesia yang tinggal di kawasan Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku.
Secara latar belakang, masyarakat ini terbentuk dari perpaduan unsur budaya Austronesia dan Papua yang berkembang sejak lama.
Nama “Tanimbar” dipercaya berasal dari kata “Tanempar” dalam bahasa Yamdena Timur atau “Tnebar” dalam bahasa Fordata, yang bermakna “terdampar”.
Meski begitu, masyarakat setempat lebih mengenal diri mereka sebagai orang Numbar. Penyebutan “Tanimbar” sendiri awalnya diperkenalkan oleh bangsa Barat.
Wilayah persebaran suku ini meliputi Pulau Yamdena, Selaru, serta sejumlah pulau kecil di sekitarnya. Jumlah penduduknya diperkirakan sekitar 10.000 jiwa dan terbagi dalam tiga kelompok utama, yakni Tomata Yamdena, Tomata Laru, dan Tomata Nember, yang masing-masing mendiami wilayah berbeda seperti Yamdena, Selaru, dan Fordata.
BACA JUGA:12 Ide Pagar Besi Lipat Dua Daun untuk Garasi Kecil, Pilihan Aman, Efisien Ruang, dan Tetap Bergaya
Asal-usul Suku Tanimbar
Kisah mengenai asal-usul masyarakat Tanimbar beragam dan diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi. Secara umum, diceritakan bahwa nenek moyang mereka berasal dari wilayah lain dan melakukan perjalanan laut yang panjang hingga akhirnya menetap di Kepulauan Tanimbar.
Perpindahan tersebut diyakini terjadi karena berbagai faktor, seperti peperangan, bencana alam, atau keinginan mencari tempat hidup yang lebih baik. Setelah melalui perjalanan panjang, mereka tiba di wilayah tersebut, yang kemudian dikaitkan dengan makna “terdampar”.
Selain itu, ada juga pandangan yang menyebutkan bahwa leluhur suku Tanimbar berasal dari berbagai daerah di Nusantara, seperti Buton, Bugis, serta wilayah Maluku lain seperti Halmahera dan Seram.
Budaya Duan–Lolat
Salah satu ciri khas masyarakat Tanimbar adalah sistem sosial yang dikenal dengan Duan dan Lolat. Berbeda dengan budaya Pela Gandong di daerah Maluku lainnya, konsep ini menjadi dasar dalam hubungan sosial masyarakat Tanimbar.
BACA JUGA:Nikmati Masa Tua dengan Tenang! Ini 5 Desain Rumah Desa Fungsional yang Bikin Hidup Lebih Santai
Duan dan Lolat merupakan status sosial yang muncul dari hubungan pernikahan. Pihak yang menyerahkan perempuan dalam pernikahan disebut Duan, sedangkan pihak penerima disebut Lolat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
