Sumsel Nol Penularan Lokal Malaria Sejak 2025
Foto : Gigitan nyamuk Malaria.-ilustrasi-ist
PAGARALAMPOS.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memastikan wilayahnya telah terbebas dari penularan lokal malaria sejak 2025. Meski demikian, pemerintah daerah mengingatkan bahwa status eliminasi tersebut tidak boleh membuat masyarakat lengah terhadap ancaman penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk itu.
Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, Trisnawarman, mengatakan pencapaian eliminasi malaria merupakan hasil kerja panjang lintas sektor yang berlangsung lebih dari satu dekade.
“Ini bukan pekerjaan singkat. Upaya pengendalian malaria sudah kami lakukan secara konsisten sejak 2014 hingga akhirnya seluruh kabupaten dan kota berhasil menghentikan penularan lokal,” katanya, Selasa (21/4/2026).
Ia menegaskan, istilah eliminasi malaria sering disalahartikan sebagai kondisi tanpa kasus sama sekali. Padahal, menurutnya, kasus malaria masih bisa ditemukan, terutama pada orang yang baru kembali dari daerah endemis.
BACA JUGA:Rekam 723 Kasus DBD di Sumsel, Empat Pasien Dilaporkan Meninggal Hingga Maret 2026
BACA JUGA:Kasus DBD di Sumsel Capai Ribuan, Angka Kematian 0,54 Persen
“Eliminasi bukan berarti nol kasus. Yang dimaksud adalah tidak ada lagi penularan dari nyamuk lokal di wilayah tersebut,” ujarnya.
“Kalau seseorang baru pulang dari Papua atau luar negeri lalu sakit malaria, itu disebut kasus impor. Tapi kalau tidak bepergian dan tetap tertular, itu yang disebut penularan lokal,” tambahnya.
Menurut Trisnawarman, seluruh daerah di Sumatera Selatan secara bertahap mencapai eliminasi malaria, dengan dua wilayah terakhir yakni Kabupaten Lahat dan Muara Enim yang menyusul pada 2023 hingga 2024.
“Setelah semua daerah dinyatakan bebas penularan lokal, pemerintah pusat melakukan asesmen di tingkat provinsi. Hasilnya menunjukkan tidak ada lagi kasus penularan lokal,” jelasnya.
BACA JUGA:Mewaspadai Wabah DBD: Gejala, Pencegahan, dan Cara Menanggulangi Demam Berdarah
BACA JUGA:Fogging Serentak, Cegah DBD di Lubuk Buntak
Ia mengatakan tim penilai dari pusat melakukan pemeriksaan di sejumlah wilayah sampel untuk memastikan status tersebut benar-benar valid.
“Tim pusat turun langsung ke lapangan, mengambil sampel dan melakukan verifikasi. Semua hasil pemeriksaan menunjukkan negatif untuk penularan lokal,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
