Pemkot PGA

Sering Disamakan, Ini Perbedaan Ketombe dan Dermatitis Seboroik yang Perlu Diketahui

Sering Disamakan, Ini Perbedaan Ketombe dan Dermatitis Seboroik yang Perlu Diketahui

Sering Disamakan, Ini Perbedaan Ketombe dan Dermatitis Seboroik yang Perlu Diketahui-Foto: net -

PAGARALAMPOS.COM – Rasa gatal pada kulit kepala yang disertai serpihan putih sering kali membuat tidak nyaman, terutama ketika terlihat jelas di rambut atau jatuh ke pakaian. Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai hal, mulai dari ketombe, kulit kepala kering, hingga dermatitis seboroik.

Permasalahan ini tergolong umum dan dapat dialami siapa saja. Bahkan, dalam beberapa kasus, ketombe dan kulit kepala kering bisa muncul bersamaan.

Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebabnya agar penanganan yang dilakukan tidak keliru. Jika keluhan berlangsung lama atau semakin parah, pemeriksaan ke dokter kulit menjadi langkah yang disarankan.

Meskipun sekilas tampak serupa, ketombe dan dermatitis seboroik sebenarnya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Perbedaan Ketombe dan Dermatitis Seboroik

Dermatitis seboroik merupakan gangguan kulit kronis yang biasanya muncul di area dengan produksi minyak tinggi, seperti kulit kepala, sekitar hidung, dan punggung atas. Kondisi ini terjadi akibat reaksi berlebihan terhadap pertumbuhan jamur alami di kulit, yaitu malassezia.

BACA JUGA:Suzuki XL7 Hybrid, LSUV 7-Seater Irit BBM dengan Teknologi SHVS dan Fitur Canggih

Sementara itu, ketombe bisa dikatakan sebagai bentuk yang lebih ringan dan umumnya hanya terbatas pada kulit kepala tanpa peradangan yang berarti. Ciri khasnya adalah serpihan putih atau kekuningan yang mudah terlihat di rambut maupun bahu.

Ketombe muncul ketika jamur malassezia memecah minyak alami di kulit kepala, sehingga memicu percepatan pergantian sel kulit. Akibatnya, sel kulit mati menumpuk dan mengelupas lebih cepat, membentuk serpihan yang khas.

Sebaliknya, dermatitis seboroik biasanya ditandai dengan bercak bersisik berwarna kemerahan atau kekuningan, rasa gatal yang lebih intens, serta adanya tanda iritasi atau peradangan pada kulit.

Dampaknya terhadap Rambut

Walaupun ketombe tidak secara langsung menyebabkan rambut rontok, kondisi ini tetap bisa memicu masalah jika dibiarkan. Rasa gatal yang berlebihan dapat mendorong kebiasaan menggaruk, yang berisiko menimbulkan luka dan iritasi.

BACA JUGA:Cuma Rp360 Juta, Jetour X70 Plus Hadirkan Kemewahan Selevel Mobil Miliaran dalam Format 7-Seater Premium

Jika hal ini terus terjadi, folikel rambut dapat melemah sehingga meningkatkan kemungkinan rambut rontok. Selain itu, luka akibat garukan juga bisa membuka peluang terjadinya infeksi tambahan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: