Sejarah Candi Brahu Trowulan: Jejak Peradaban dan Spiritualitas Kerajaan Majapahit!
Sejarah Candi Brahu Trowulan: Jejak Peradaban dan Spiritualitas Kerajaan Majapahit!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Di tengah hamparan sawah dan reruntuhan sejarah di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, berdiri sebuah candi yang menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu nusantara.
Candi itu adalah Candi Brahu, salah satu peninggalan penting yang diyakini berkaitan erat dengan Kerajaan Majapahit.
Meski tidak setenar Candi Borobudur atau Prambanan, Candi Brahu menyimpan misteri dan pesona sejarah yang tak kalah menarik untuk ditelusuri.
Asal Usul Nama dan Lokasi
BACA JUGA:Sejarah Gunung Karangetang: Jejak Letusan, Mitologi, dan Kehidupan di Kaki Si Api Abadi dari Siau!
Candi Brahu terletak di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Nama "Brahu" diyakini berasal dari kata “Wanaru” atau “Warahu”, yang tertulis dalam Prasasti Alasantan yang ditemukan tidak jauh dari lokasi candi.
Prasasti tersebut dikeluarkan pada tahun 861 Saka (939 M) oleh Mpu Sindok, dan menyebutkan adanya bangunan suci bernama Wanaru, yang digunakan untuk melakukan pembakaran jenazah raja-raja dari Wangsa Syailendra.
Walaupun begitu, terdapat perdebatan mengenai keterkaitan langsung antara Candi Brahu dengan Wangsa Syailendra.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Gunung Gede Pangrango: Jejak Alam dan Budaya di Tanah Sunda!
Mengingat letaknya berada di wilayah kekuasaan Majapahit dan Majapahit berdiri jauh setelah masa Wangsa Syailendra.
Namun, nama itu tetap melekat hingga kini, menjadi identitas penting dari situs cagar budaya tersebut.
Gaya Arsitektur dan Material Bangunan
Candi Brahu memiliki keunikan tersendiri dalam arsitektur bangunannya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
