Menelusuri Jejak Sejarah Candi Surawana: Warisan Majapahit yang Tersembunyi di Kediri!
Menelusuri Jejak Sejarah Candi Surawana: Warisan Majapahit yang Tersembunyi di Kediri!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Candi Surawana merupakan salah satu peninggalan sejarah bercorak Hindu yang berada di Desa Canggu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Meski tak seterkenal Candi Penataran atau Candi Singosari, Candi Surawana menyimpan nilai sejarah dan arkeologi yang penting dalam memahami perkembangan budaya dan kekuasaan di masa Kerajaan Majapahit.
Latar Belakang Sejarah
Candi Surawana dibangun sekitar tahun 1390 M, pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit.
BACA JUGA:Manfaat Santan Lebih Dekat bagi Kesehatan Tubuh: Rahasia Nutrisi dari Dapur Tradisional!
Candi ini diyakini sebagai tempat pemujaan sekaligus pendharmaan bagi seorang tokoh bernama Wijayarajasa, yang merupakan raja dari kerajaan kecil Wengker sebuah wilayah bawahan Majapahit.
Wijayarajasa adalah menantu Raja Hayam Wuruk, dan dikenal sebagai sosok yang cukup berpengaruh dalam pemerintahan saat itu.
Candi ini tidak dibangun sebagai pusat ibadah besar, melainkan sebagai candi pendharmaan, yaitu tempat peringatan setelah seseorang wafat.
Oleh karena itu, struktur dan ukurannya tidak sebesar candi-candi utama lainnya di Jawa Timur.
BACA JUGA:Sejarah Gunung Karangetang: Jejak Letusan, Mitologi, dan Kehidupan di Kaki Si Api Abadi dari Siau!
Namun, dari relief dan arsitektur yang tersisa, terlihat bahwa Candi Surawana merupakan hasil karya seni tinggi khas masa Majapahit yang sarat dengan simbolisme keagamaan dan kisah moral.
Arsitektur dan Relief
Secara umum, Candi Surawana terbuat dari batu andesit dan berdiri di atas batur atau kaki candi yang memiliki ukuran sekitar 8 x 8 meter.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
