Menelusuri Sejarah Danau Nodi: Permata Alam dari Kabupaten Banggai
Menelusuri Sejarah Danau Nodi: Permata Alam dari Kabupaten Banggai-net: foto-
PAGARALAMPOS.COM - Di tengah keindahan bentang alam Sulawesi Tengah, tersembunyi sebuah danau kecil yang menyimpan kisah unik dan pesona memikat.
Danau Nodi, yang terletak di Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai, adalah salah satu destinasi alam yang belum banyak tersentuh tangan manusia.
Namun perlahan mulai menarik perhatian karena keindahan dan nilai historisnya.
Meski ukurannya tidak sebesar danau-danau terkenal lainnya di Indonesia, Danau Nodi menawarkan pengalaman yang berbeda melalui sejarah lokal, mitos, dan pemandangan yang tenang.
BACA JUGA:Menguak Jejak Peradaban Suku Kerinci: Warisan Leluhur yang Masih Hidup di Tengah Alam Sumatera
Asal-usul Nama dan Letak Geografis
Nama “Nodi” diyakini berasal dari bahasa daerah setempat yang berarti “mata air yang keluar dari batu”.
Hal ini merujuk pada karakteristik danau tersebut, yang airnya diyakini berasal dari mata air alami di antara bebatuan karst di sekitarnya.
Danau ini berada di ketinggian yang cukup rendah, namun dikelilingi oleh perbukitan hijau yang menambah nuansa tenang dan sejuk.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Pulau Sumba: Jejak Tradisi dan Peradaban di Tanah Marapu!
Secara administratif, Danau Nodi terletak di wilayah Desa Ondo-ondolu, Kecamatan Nuhon.
Akses menuju danau ini cukup menantang karena harus melewati jalur perbukitan dan jalanan tanah.
Namun keindahan alam sepanjang perjalanan menjadi bagian dari daya tarik tersendiri bagi para petualang dan pecinta alam.
Sejarah dan Peran dalam Kehidupan Masyarakat Lokal
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
