Sejarah Candi Tara: Jejak Keagungan Buddha di Tanah Jawa Abad ke-8!
Sejarah Candi Tara: Jejak Keagungan Buddha di Tanah Jawa Abad ke-8!-net: foto-
PAGARALAMpOS.COM - Di tengah hamparan lahan pertanian yang tenang di Desa Kalasan, Sleman, Yogyakarta, berdiri sebuah candi megah yang menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Nusantara.
Candi ini dikenal dengan nama Candi Tara atau yang lebih umum disebut Candi Kalasan.
Dibangun pada abad ke-8 Masehi, candi ini merupakan salah satu peninggalan agama Buddha tertua di Indonesia yang kaya akan nilai sejarah, arsitektur, dan spiritualitas.
Awal Mula Pendirian
BACA JUGA:Sejarah Suku Nias: Warisan Megalitikum dari Pulau Terluar!
Candi Tara dibangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, salah satu raja dari Dinasti Syailendra yang terkenal sebagai pelindung agama Buddha Mahayana.
Informasi ini tercatat dalam prasasti Kalasan yang berangka tahun 778 M dan ditulis dalam bahasa Sanskerta menggunakan aksara Pranagari.
Menurut isi prasasti, pendirian candi ini diprakarsai oleh para pendeta Buddha yang meminta kepada Raja Panangkaran untuk membangun tempat pemujaan bagi Dewi Tara, salah satu bodhisattwa penting dalam ajaran Buddha Mahayana.
Raja pun menyetujui permintaan itu dan mendirikan sebuah candi beserta wihara untuk para bhiksu, sekaligus menunjukkan betapa toleransi beragama telah tumbuh sejak masa lampau.
Arsitektur dan Ciri Khas
Candi Tara memiliki gaya arsitektur yang khas dengan struktur bangunan utama setinggi sekitar 34 meter.
Keunikan utama candi ini terletak pada penggunaan bahan perekat yang disebut vajralepa, yaitu semacam plester putih yang digunakan untuk melapisi batu-batu candi agar lebih tahan terhadap cuaca dan memberikan tampilan lebih halus.
Teknologi ini menunjukkan tingginya pengetahuan teknik bangunan pada masa itu.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Suku Betawi: Warisan Budaya dari Jantung Ibu Kota
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
