Sejarah Suku Nias: Warisan Megalitikum dari Pulau Terluar!
Melangkah ke Masa Lalu: Jejak Sejarah Megalitikum di Nias-net: foto-
PAGARALAMPOS.COM - Suku Nias merupakan salah satu Suku bangsa di Indonesia yang mendiami Pulau Nias, terletak di sebelah barat Sumatra Utara dan berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.
Suku ini dikenal memiliki budaya unik yang sangat kuat dan terjaga, termasuk tradisi megalitikum, seni ukir, serta tradisi lompat batu yang ikonik.
Di balik keunikan tersebut, Suku Nias menyimpan sejarah panjang yang terbentuk dari pengaruh migrasi, adat istiadat, hingga interaksi dengan dunia luar.
BACA JUGA:Menelusuri Jejak Peradaban Islam di Tanah Pasai: Sejarah Museum Malikussaleh!
Asal Usul dan Persebaran Awal
Sejarah Suku Nias diyakini berakar dari gelombang migrasi Austronesia sekitar 2.000 tahun sebelum masehi.
Kelompok ini diperkirakan datang melalui jalur barat Indonesia dan menetap di Pulau Nias yang pada saat itu belum banyak dihuni.
Bukti-bukti arkeologis seperti struktur batu megalitikum, sarkofagus, serta alat-alat batu menunjukkan bahwa peradaban awal Suku Nias telah berkembang pesat sejak zaman prasejarah.
Masyarakat Nias menyebut diri mereka sebagai Ono Niha, yang berarti “anak manusia”.
Istilah ini tidak hanya mencerminkan identitas suku, tetapi juga mengandung makna spiritual bahwa mereka adalah keturunan dari para leluhur suci yang turun dari gunung bersejarah.
Gomo—yang dianggap sebagai pusat peradaban awal di pulau tersebut.
Struktur Sosial dan Sistem Pemerintahan Tradisional
Suku Nias memiliki struktur sosial yang khas, yaitu sistem stratifikasi sosial yang terbagi dalam beberapa tingkatan, seperti bangsawan (si'ulu), rakyat biasa (si'ato), dan budak (si'ulu-afaliwa).
BACA JUGA:Jejak Perjuangan di Tanah Sumatera: Sejarah Museum Bukit Barisan, Medan!
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
