Sejarah Benteng Kaibon: Jejak Kekuasaan dan Keagungan Ratu Banten!
Sejarah Benteng Kaibon: Jejak Kekuasaan dan Keagungan Ratu Banten!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Di Kota Serang, Provinsi Banten, berdiri sisa-sisa megah dari sebuah bangunan bersejarah yang menyimpan cerita masa lalu kerajaan besar di ujung barat Pulau Jawa.
Kisah benteng ini mencerminkan babak penting dalam sejarah perlawanan lokal terhadap kolonialisme dan juga jejak kehidupan istana di masa silam.
Asal Usul Nama "Kaibon"
Nama ini merujuk langsung pada fungsi bangunan yang dahulu merupakan kediaman Ratu Aisyah, ibu dari Sultan Syaifudin, penguasa terakhir Kesultanan Banten.
BACA JUGA:Mengulik Sejarah Suku Nyama Selam: Penjaga Tradisi Maritim di Indonesia Timur!
Sang Sultan masih sangat muda ketika naik takhta, sehingga ibundanya memegang peran penting dalam pemerintahan, baik sebagai penasehat maupun pemimpin de facto.
Dalam konteks budaya Banten yang patriarkis, kehadiran Ratu Aisyah sebagai sosok sentral dalam pemerintahan menunjukkan kekuatan perempuan di balik layar kekuasaan.
Pembangunan dan Arsitektur
Benteng Kaibon dibangun pada awal abad ke-19, diperkirakan sekitar tahun 1815.
Serta tata ruang yang simetris. Bangunan ini tidak sepenuhnya berbentuk benteng militer, melainkan lebih mirip kompleks istana yang memiliki fungsi pertahanan.
Benteng Kaibon memiliki halaman luas dengan beberapa bagian bangunan seperti pendopo, kamar pribadi, serta area tempat tinggal para abdi dalem.
Dindingnya dibangun dari batu bata merah yang dilapisi kapur, memberikan tampilan kokoh namun elegan.
Struktur ini dikelilingi oleh tembok tinggi dengan satu gerbang utama, mempertegas fungsinya sebagai tempat yang eksklusif dan strategis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
