Sejarah Benteng Kalamata: Warisan Kolonial Portugis di Ternate yang Menjadi Simbol Perjuangan Lokal!
Sejarah Benteng Kalamata: Warisan Kolonial Portugis di Ternate yang Menjadi Simbol Perjuangan Lokal!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Benteng Kalamata adalah salah satu peninggalan sejarah yang paling ikonik di Pulau Ternate, Maluku Utara.
Tetapi juga simbol bagaimana Ternate menjadi pusat perebutan kekuasaan oleh bangsa-bangsa Eropa yang mengincar kekayaan rempah-rempah Nusantara.
Awal Pendirian oleh Portugis
Pendirian benteng ini tidak bisa dilepaskan dari ambisi Portugis untuk menguasai jalur perdagangan rempah-rempah di Kepulauan Maluku, terutama cengkeh yang sangat melimpah di wilayah ini.
BACA JUGA:Terungkap! Fakta-Fakta Menarik Tentang Sejarah Mataram Kuno yang Jarang Diketahui
Dengan membangun benteng di Ternate, Portugis berharap bisa memperkuat posisi mereka dalam menghadapi saingan dagang, baik dari bangsa lokal maupun dari bangsa Eropa lainnya.
Nama asli benteng ini adalah Benteng Santa Lucia. Namun, dalam perkembangannya, masyarakat lebih mengenalnya sebagai Benteng Kalamata.
Nama Kalamata berasal dari nama seorang pahlawan lokal, yaitu Pangeran Kalamata, adik dari Sultan Ternate yang terkenal, Sultan Madarsyah.
Pangeran Kalamata dikenal sebagai tokoh pejuang yang gigih dalam menentang penjajahan asing.
BACA JUGA:Sultan Agung Tak Hanya Raja! Inilah Strategi Ekspansi Mataram yang Mengejutkan
Perebutan oleh Bangsa Asing
Seiring berjalannya waktu, Benteng Kalamata menjadi rebutan antara bangsa-bangsa kolonial yang datang ke wilayah ini.
Setelah Portugis, benteng ini sempat dikuasai oleh Spanyol, kemudian Belanda, dan bahkan pernah jatuh ke tangan Inggris.
Pada abad ke-17, Belanda melalui VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) berhasil merebut benteng ini dari tangan Portugis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
