Pemkot PGA

Sejarah Benteng De Kock di Bukittinggi: Simbol Perjuangan Rakyat Minangkabau Melawan Penjajahan Belanda!

Sejarah Benteng De Kock di Bukittinggi: Simbol Perjuangan Rakyat Minangkabau Melawan Penjajahan Belanda!

Sejarah Benteng De Kock di Bukittinggi: Simbol Perjuangan Rakyat Minangkabau Melawan Penjajahan Belanda!-net: foto-

PAGARALAMPOS.COM - Di tengah pusat Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, berdiri sebuah bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu perlawanan rakyat Minangkabau terhadap penjajahan Belanda.

Benteng itu dikenal dengan nama Benteng Fort De Kock, atau lebih singkat disebut Benteng De Kock.

Latar Belakang Pembangunan Benteng

Benteng De Kock dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1825, di atas sebuah bukit kecil yang strategis, tepat di tengah kota yang saat itu masih bernama Fort de Kock—sekarang Bukittinggi.

BACA JUGA:Sejarah Sepeda Onthel Bung Hatta: Simbol Kesederhanaan, Nasionalisme, dan Etika Kepemimpinan!

Pembangunan benteng ini dipicu oleh meletusnya Perang Padri, sebuah konflik antara kaum adat dan kaum Padri yang belakangan berkembang menjadi perlawanan terhadap dominasi Belanda.

Nama “Fort de Kock” diambil dari nama Letnan Gubernur Jenderal Hendrik Merkus de Kock, seorang tokoh militer Belanda yang ditugaskan memimpin operasi militer di wilayah Sumatera Barat selama Perang Padri.

Perang Padri dan Peran Strategis Benteng

Perang Padri (1803–1837) awalnya merupakan konflik internal antara kaum ulama (Padri) yang ingin menerapkan ajaran Islam secara ketat, dan kaum adat yang mempertahankan tradisi Minangkabau.

BACA JUGA:Sejarah Lonceng Vihara Avalokitesvara: Warisan Spiritualitas dan Simbol Keberagaman di Tanjung Balai!

Benteng De Kock menjadi pusat pertahanan dan basis militer Belanda untuk melawan kaum Padri yang saat itu dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Tuanku Imam Bonjol.

Pasukan Belanda bisa memantau pergerakan lawan dari kejauhan, sekaligus mengontrol jalan utama yang menghubungkan Bukittinggi dengan wilayah sekitarnya.

Arsitektur dan Kondisi Saat Ini

Bangunannya terdiri dari sisa-sisa tembok tebal yang dulu terbuat dari campuran batu bata dan kapur.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait