Pemkot PGA

Menelusuri Sejarah Hutan Gunung Merbabu & Merapi: Warisan Alam dan Mistik Tanah Jawa!

Menelusuri Sejarah Hutan Gunung Merbabu & Merapi: Warisan Alam dan Mistik Tanah Jawa!

Menelusuri Sejarah Hutan Gunung Merbabu & Merapi: Warisan Alam dan Mistik Tanah Jawa!-net: foto-

PAGARALAMPOS.COM -  Di jantung Pulau Jawa, tepatnya di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, menjulang dua gunung kembar yang menyimpan kekayaan alam dan spiritual luar biasa: Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Keduanya tidak hanya terkenal karena keindahan dan kekuatan alamnya, tapi juga karena hutan lebat yang menyelimutinya, menyimpan jejak sejarah, budaya, dan cerita mistis yang melekat dalam tradisi masyarakat Jawa.

Jejak Sejarah di Balik Hutan

Gunung Merapi dan Merbabu telah dikenal sejak masa kerajaan kuno.

BACA JUGA:Jejak Sejarah Istana Dalam Loka: Kemegahan Warisan Budaya Sumbawa di Nusa Tenggara Barat

Nama Merbabu sendiri berasal dari kata “Meru” (gunung) dan “Abu”, yang berarti gunung berabu, sedangkan Merapi berasal dari “Meru” dan “Api”—gunung berapi.

Merapi dikenal sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di dunia, sementara Merbabu lebih tenang, tidak aktif secara vulkanik sejak abad ke-18.

Sejak masa Kerajaan Mataram Kuno, kawasan sekitar kedua gunung ini dianggap sebagai tanah suci. Raja-raja dan pertapa sering melakukan tapa brata di lereng-lereng hutan ini, memohon pencerahan spiritual.

Ekologi Hutan: Rumah bagi Keanekaragaman Hayati

BACA JUGA:Pabrik Gula Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah: Jejak Manis Sejarah Industri Gula di Nusantara!

Hutan Gunung Merbabu dan Merapi tergolong sebagai hutan pegunungan tropis yang memiliki keanekaragaman hayati sangat tinggi.

Merbabu dikenal sebagai “gunung padang rumput” karena sabana-sabananya yang luas, tetapi juga memiliki area hutan hujan tropis di bagian bawahnya.

Beberapa spesies yang mendiami hutan ini antara lain elang jawa, lutung, macan tutul jawa (meskipun sangat jarang), dan berbagai jenis anggrek liar yang hanya tumbuh di daerah dataran tinggi Jawa.

Hutan ini juga menjadi bagian dari Kawasan Cagar Biosfer Merapi yang diakui oleh UNESCO.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait