Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu: Saksi Bisu Perjuangan dan Cinta Sang Proklamator!
Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu: Saksi Bisu Perjuangan dan Cinta Sang Proklamator!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Di antara deretan bangunan bersejarah di Indonesia, Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu menjadi saksi bisu perjuangan seorang tokoh besar bangsa dalam menapaki jalan menuju kemerdekaan.
Rumah sederhana ini bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang refleksi yang melahirkan banyak gagasan besar bagi masa depan Indonesia.
Latar Belakang Pengasingan
Setelah aktif dalam berbagai pergerakan nasional melawan penjajahan Belanda, Soekarno dianggap sebagai ancaman besar oleh pemerintah kolonial.
BACA JUGA:Sejarah Bukittinggi: Kota Perjuangan dan Warisan Budaya Minangkabau!
Sebelumnya, ia sempat diasingkan ke Ende, Flores, pada tahun 1934 hingga 1938. Namun, aktivitas politiknya yang terus berkembang membuat Belanda memindahkannya ke Bengkulu pada tahun 1938.
Di sinilah ia menetap selama kurang lebih empat tahun, hingga tahun 1942.
Rumah pengasingan ini berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Anggut Atas, Kota Bengkulu. Bangunan bergaya kolonial ini dulunya merupakan rumah seorang pedagang Tionghoa bernama Tjang Tjeng Kwat.
Pemerintah kolonial kemudian menyewanya untuk dijadikan tempat tinggal bagi Soekarno selama masa pengasingan.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Tari Jaipong: Simbol Energi dan Identitas Budaya Sunda!
Kehidupan Bung Karno di Bengkulu
Meski dalam pengasingan, Soekarno tidak berhenti berjuang. Ia justru semakin aktif mengembangkan pemikiran nasionalisme dan melakukan berbagai kegiatan sosial.
Di Bengkulu, ia menjadi guru di Sekolah Muhammadiyah, tempat ia mengajar bahasa Inggris, sejarah, dan politik kebangsaan secara tersirat kepada para muridnya.
Selain itu, Soekarno juga sering terlibat dalam kegiatan masyarakat, terutama dalam bidang pembangunan dan kebudayaan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
