Suku Maasai: Warisan Budaya yang Bertahan di Jantung Savana Afrika
Suku Maasai: Warisan Budaya yang Bertahan di Jantung Savana Afrika-Foto: net -
PAGARALAMPOS.COM - Di hamparan savana luas Afrika Timur, terutama di wilayah Kenya dan Tanzania, tinggal sebuah komunitas tradisional yang terkenal karena kekhasan budayanya, gaya hidup semi-nomaden, serta pakaian khas yang mencolok warna-warni.
Mereka adalah Suku Maasai — simbol dari warisan Afrika yang tetap hidup di tengah dunia yang terus berubah.
Asal-Usul dan Perjalanan Migrasi
Suku Maasai diyakini berasal dari wilayah utara Danau Turkana, yang kini masuk dalam wilayah Kenya bagian utara.
BACA JUGA:Mengungkap Sejarah Candi Bubrah: Warisan Buddha yang Terselip di Balik Keindahan Prambanan
Berdasarkan sejarah lisan dan sumber antropologi, mereka memulai migrasi besar ke selatan sekitar abad ke-15 hingga ke-17, menuju dataran tinggi yang kini menjadi bagian dari Kenya dan Tanzania.
Perpindahan ini tidak hanya memindahkan tempat tinggal, tetapi turut membentuk tatanan sosial dan budaya yang menjadi ciri khas masyarakat Maasai hingga kini.
Kehidupan mereka sangat bergantung pada peternakan, terutama sapi, yang memiliki makna lebih dari sekadar aset ekonomi — sapi merupakan simbol status, spiritualitas, dan keberlangsungan hidup.
Struktur Sosial dan Kehidupan Kolektif
Masyarakat Maasai terbagi secara jelas berdasarkan klan dan kelompok umur. Para pria melewati berbagai tahap inisiasi, termasuk "emorata" (sunat), yang menjadi penanda masuknya masa dewasa.
BACA JUGA:Mengungkapkan Sejarah Gunung Nona di Enrekang: Antara Keindahan Alam dan Legenda Mistis!
BACA JUGA:Sejarah Gunung Malabar: Warisan Kolonial, Teknologi Radio, dan Kearifan Lokal di Selatan Bandung!
Setelah itu, mereka menjadi "morani" — pejuang muda yang bertanggung jawab menjaga keamanan desa dan ternak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
