Pemkot PGA

Menelusuri Kerajaan Kediri: Jejak Emas Peradaban Jawa di Tepian Sungai Brantas!

 Menelusuri Kerajaan Kediri: Jejak Emas Peradaban Jawa di Tepian Sungai Brantas!

Menelusuri Kerajaan Kediri: Jejak Emas Peradaban Jawa di Tepian Sungai Brantas!-net:foto-

PAGARALAMPOS.COM - Di tengah gemuruh sejarah panjang Pulau Jawa, Kerajaan Kediri tampil sebagai salah satu Kerajaan besar yang pernah mencapai masa keemasan dalam bidang sastra, perdagangan, dan pemerintahan.

Berdiri pada abad ke-11, kerajaan ini menjadi penerus kejayaan Kerajaan Mataram Kuno setelah terjadi perpecahan internal.

Warisan sejarahnya yang kaya masih dikenang hingga kini melalui berbagai prasasti, kitab sastra, dan peninggalan budaya lainnya.

Awal Berdirinya Kerajaan Kediri

BACA JUGA:Sejarah Monumen 66 Lampung: Simbol Perjuangan Pemuda dalam Menjaga Demokrasi dan Melawan Tirani!

Namun, saat itu kerajaan masih bernama Panjalu dan beribu kota di Daha (yang kini menjadi bagian dari Kediri, Jawa Timur).

Setelah memerintah selama hampir dua dekade, Airlangga memutuskan membagi wilayah kerajaannya menjadi dua bagian untuk menghindari perebutan kekuasaan antara dua putranya.

Meskipun awalnya merupakan hasil dari pembagian kekuasaan, Kediri perlahan-lahan berkembang lebih pesat dibanding Janggala. Kediri akhirnya muncul sebagai kerajaan yang dominan di Jawa Timur pada masa berikutnya.

Masa Keemasan Kediri

BACA JUGA:Suku Mentawai Lebih dari Sekadar Tato: Intip Fakta Unik dan Budaya yang Masih Terjaga

Puncak kejayaan Kerajaan Kediri terjadi pada abad ke-12, terutama di bawah kepemimpinan Raja Jayabaya (1135–1157 M).

Ia dikenal melalui ramalan-ramalannya yang kemudian tertulis dalam “Jangka Jayabaya”, sebuah karya yang dipercaya meramalkan masa depan Pulau Jawa, termasuk kedatangan bangsa asing dan penjajahan.

Di masa pemerintahannya, Kediri berkembang pesat sebagai pusat perdagangan dan budaya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait