Sejarah Monumen 66 Lampung: Simbol Perjuangan Pemuda dalam Menjaga Demokrasi dan Melawan Tirani!
Sejarah Monumen 66 Lampung: Simbol Perjuangan Pemuda dalam Menjaga Demokrasi dan Melawan Tirani!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Di tengah hiruk-pikuk perkembangan Kota Bandar Lampung, berdiri tegak sebuah monumen yang menjadi saksi bisu semangat perjuangan pemuda Indonesia.
Monumen ini dikenal sebagai Monumen 66 Lampung, sebuah simbol perlawanan terhadap tirani dan dedikasi anak muda dalam menjaga nilai-nilai keadilan serta demokrasi.
Nama "66" merujuk pada tahun 1966, sebuah periode penting dalam sejarah bangsa yang menandai berakhirnya kekuasaan Orde Lama dan lahirnya masa transisi menuju Orde Baru.
Latar Belakang Sejarah
BACA JUGA:Suku Mentawai Lebih dari Sekadar Tato: Intip Fakta Unik dan Budaya yang Masih Terjaga
Monumen 66 Lampung dibangun untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan para pemuda, khususnya yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI).
Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), dan organisasi lainnya yang aktif dalam Gerakan 1966.
Gerakan ini muncul sebagai respons terhadap situasi politik dan sosial yang semakin tidak stabil pasca-G30S/PKI (Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia) pada tahun 1965.
Pada masa itu, berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa dan pelajar di Lampung, menyuarakan tuntutan pembubaran PKI, pembersihan unsur komunis dari pemerintahan, dan penurunan kekuasaan Presiden Soekarno.
BACA JUGA:Mengungkap Kehidupan Tersembunyi Suku Mentawai: Tradisi, Kepercayaan, dan Gaya Hidup Aslinya
Gelombang aksi ini turut mengguncang daerah-daerah di luar Jakarta, termasuk Lampung yang kala itu menjadi salah satu titik penting pergerakan pemuda di Sumatera bagian selatan.
Proses Pembangunan Monumen
Untuk mengenang keberanian generasi muda yang turun ke jalan memperjuangkan idealisme mereka, pemerintah daerah bersama dengan masyarakat dan tokoh pemuda Lampung menggagas pendirian Monumen 66.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
