Sejarah Patung Buddha Tidur: Jejak Spiritualitas dan Kedamaian dari Masa ke Masa!
Sejarah Patung Buddha Tidur: Jejak Spiritualitas dan Kedamaian dari Masa ke Masa!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Di balik kemegahan dan ketenangan yang terpancar dari Patung Buddha Tidur, tersimpan sejarah panjang dan makna mendalam yang tak lekang oleh waktu.
Patung ini bukan sekadar karya seni, melainkan lambang spiritualitas, ajaran luhur Sang Buddha, dan perjalanan batin manusia menuju pencerahan.
Di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, Patung Buddha Tidur menjadi ikon yang tidak hanya memikat secara visual, tetapi juga menyimpan filosofi kehidupan yang kaya.
Asal Usul Konsep Buddha Tidur
BACA JUGA:Senjata Tradisional sebagai Simbol Perjuangan di Monumen Bambu Runcing
Gambaran Buddha dalam posisi tidur atau berbaring dikenal dengan nama Parinirvana atau Mahaparinirvana.
Posisi ini menggambarkan momen-momen terakhir kehidupan Siddhartha Gautama, Sang Buddha, sebelum mencapai Nirwana setelah wafat dari dunia fana.
Ia digambarkan berbaring ke sisi kanan dengan kepala disangga oleh tangan kanannya, menunjukkan keadaan damai dan tanpa penderitaan.
Dalam seni Buddhis, patung Buddha Tidur bertujuan untuk mengingatkan umat akan ketidakkekalan hidup dan pentingnya melepaskan keterikatan duniawi demi mencapai kebijaksanaan sejati.
BACA JUGA:Candi Abang: Jejak Merah Peradaban Mataram Kuno yang Tersembunyi di Bukit Hijau Sleman!
Penyebaran ke Asia Tenggara
Setelah ajaran Buddha menyebar ke wilayah Asia Tenggara pada abad ke-3 hingga ke-5 Masehi melalui jalur perdagangan dan misi penyebaran agama, ikonografi Buddha pun mulai berkembang.
Salah satu bentuk yang paling populer adalah representasi Buddha dalam posisi tidur.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
