Sejarah Gunung Cikuray: Menelusuri Jejak Alam dan Budaya di Tanah Priangan!
Sejarah Gunung Cikuray: Menelusuri Jejak Alam dan Budaya di Tanah Priangan!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Gunung Cikuray adalah salah satu gunung yang menjulang megah di wilayah selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Dengan ketinggian sekitar 2.821 meter di atas permukaan laut (mdpl), Cikuray merupakan gunung tertinggi keempat di Jawa Barat setelah Gunung Ceremai, Pangrango, dan Gede.
Selain menjadi destinasi favorit bagi para pendaki, gunung ini juga menyimpan kisah sejarah, budaya, dan kepercayaan masyarakat yang patut untuk ditelusuri lebih dalam.
Asal-Usul Nama “Cikuray”
BACA JUGA:Indonesia Jadi Tuan Rumah, Dunia Tak Menyangka Inilah Peran Besar RI di KAA 1955
Nama "Cikuray" diyakini berasal dari bahasa Sunda, yang berarti “menonjol” atau “menjulang”.
Hal ini mengacu pada bentuk gunung yang tampak runcing dan menonjol dari kejauhan, menjadikannya penanda alami bagi masyarakat sekitar.
Dalam pandangan masyarakat adat Sunda, gunung adalah simbol keagungan dan kesucian.
Oleh karena itu, Gunung Cikuray bukan hanya dianggap sebagai bagian dari lanskap alam, tetapi juga bagian penting dari kosmologi dan kehidupan spiritual.
BACA JUGA:Menaklukkan Eropa, Menyalakan Revolusi Inilah Warisan Berdarah Napoleon!
Gunung Sakral bagi Leluhur
Dalam sejarah lisan masyarakat Garut, Gunung Cikuray diyakini memiliki hubungan erat dengan spiritualitas dan perjalanan tokoh-tokoh penyebar agama Islam di tanah Sunda.
Konon, beberapa tokoh wali dan ulama masa lalu sempat melakukan pertapaan atau menyepi di lereng-lereng Cikuray.
Salah satu tempat yang sering dikaitkan dengan aktivitas spiritual ini adalah Petilasan Eyang Jaya Perkasa, yang berada di jalur pendakian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
