Mengenal Sejarah Gunung Puti: Jejak Legenda dan Budaya Minangkabau!
Mengenal Sejarah Gunung Puti: Jejak Legenda dan Budaya Minangkabau!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Di jantung wilayah Sumatera Barat, tepatnya di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Berdiri megah sebuah bukit yang menyimpan kisah klasik rakyat Minangkabau: Gunung Puti (juga dikenal sebagai Gunung Bungsu atau Bukit Puti).
Meskipun tidak tergolong sebagai gunung tinggi dalam istilah geografis, tempat ini memiliki arti penting dalam sejarah dan budaya lokal.
Gunung Puti bukan hanya sebatas bentang alam, tapi juga simbol cinta, pengorbanan, dan kebesaran tradisi Minangkabau.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Tugu Sukarno di Palangka Raya: Jejak Visi Besar Sang Proklamator!
Asal-usul Nama Gunung Puti
Nama "Puti" berasal dari kata "Puti Bungsu", merujuk pada tokoh perempuan dalam cerita rakyat Minangkabau. Legenda tentang Puti Bungsu dan Datuk Tampuniak menjadi inti dari penamaan bukit ini.
Kisah mereka tak hanya hidup dalam cerita turun-temurun, tetapi juga tercermin dalam tradisi dan kesenian masyarakat setempat.
Cerita rakyat menyebutkan bahwa Puti Bungsu adalah seorang putri cantik jelita yang berasal dari kayangan.
Ia turun ke bumi dan tinggal di wilayah Lima Puluh Kota, lalu menikah dengan seorang pemuda bijak bernama Datuk Tampuniak.
BACA JUGA:Sejarah Tugu Pahlawan Surabaya: Simbol Perjuangan dan Pengorbanan Arek-Arek Suroboyo!
Namun, karena adanya konflik antara dunia manusia dan dunia kahyangan, Puti Bungsu akhirnya kembali ke asalnya, meninggalkan sang suami yang sangat mencintainya.
Konon, Gunung Puti adalah tempat Puti Bungsu terakhir terlihat sebelum menghilang.
Karena itulah, tempat ini kemudian dianggap keramat oleh masyarakat setempat, dan kisah cintanya menjadi legenda yang diwariskan lintas generasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
