Menelusuri Sejarah Candi Tegowangi: Warisan Majapahit yang Sarat Makna Spiritual!
Menelusuri Sejarah Candi Tegowangi: Warisan Majapahit yang Sarat Makna Spiritual!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Candi Tegowangi merupakan salah satu peninggalan bersejarah dari masa kejayaan Kerajaan Majapahit.
Terletak di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, candi ini menyimpan kisah sejarah dan spiritualitas yang menarik untuk ditelusuri.
Meski tidak setenar Candi Borobudur atau Prambanan, Candi Tegowangi memiliki nilai penting dalam konteks budaya dan arsitektur Jawa Timur pada abad ke-14.
Latar Belakang Sejarah
BACA JUGA:Tak Disangka Perdagangan di Jalur Sutra Jadi Akar Dunia Global Saat Ini
Menurut catatan sejarah, pembangunan Candi Tegowangi diperkirakan dimulai pada tahun 1400 M, atau 1322 Saka. Hal ini berdasarkan prasasti yang ditemukan di sekitar situs candi.
Candi ini diyakini dibangun untuk menghormati Bhre Matahun, seorang tokoh penting dalam kerajaan Majapahit yang diyakini telah menjalani ritual keagamaan Sidhayatra, dan kemudian menjadi seorang resi (pertapa) setelah wafat.
Bhre Matahun sendiri merupakan bagian dari lingkaran keluarga kerajaan, yang menjabat sebagai raja daerah (raja bawahan) dalam sistem pemerintahan Majapahit yang terbagi ke dalam beberapa kadipaten.
Dalam tradisi Jawa kuno, membangun candi sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh yang sudah meninggal bukan hal asing.
BACA JUGA:Detik-Detik Runtuhnya Tembok Berlin Ketika Sejarah Berubah Selamanya
Candi biasanya difungsikan sebagai tempat pemujaan roh leluhur, dan juga sebagai simbol pencerahan spiritual.
Fungsi dan Makna Candi
Candi Tegowangi bukan hanya tempat pemujaan, tetapi juga memiliki fungsi simbolik dalam ajaran Tantrayana dan Hindu-Siwa.
Relief dan ornamen yang terpahat di dinding candi menunjukkan unsur ajaran filsafat kejawen dan mistisisme.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
