Pemkot PGA

Sejarah Tari Tide-Tide: Simbol Kebersamaan dan Warisan Budaya Maluku Utara!

Sejarah Tari Tide-Tide: Simbol Kebersamaan dan Warisan Budaya Maluku Utara!

Sejarah Tari Tide-Tide: Simbol Kebersamaan dan Warisan Budaya Maluku Utara!-net:foto-

PAGARALAMPOS.COMTarian ini tidak hanya memiliki nilai seni yang tinggi, tetapi juga menyimpan sejarah dan makna mendalam yang berkaitan erat dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.

Nama “Tide-Tide” sendiri dalam bahasa setempat mengandung arti “bergandengan tangan” atau “bersama-sama”, yang mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Maluku Utara.

Asal-Usul dan Latar Belakang

Tari Tide-Tide diperkirakan telah ada sejak zaman kesultanan di Maluku Utara, khususnya Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore.

BACA JUGA:Tak Disangka Perdagangan di Jalur Sutra Jadi Akar Dunia Global Saat Ini

Tarian ini juga digunakan sebagai bentuk penghormatan kepada raja atau sultan, sekaligus menjadi simbol persatuan antarwarga dalam menyongsong masa depan bersama.

Namun, seiring waktu, tarian ini juga mulai melibatkan perempuan, menandai pergeseran fungsi tarian dari ritualis ke hiburan dan perayaan.

Gerakan dan Iringan Musik

Gerakan dalam Tari Tide-Tide tergolong sederhana namun penuh makna.

BACA JUGA:Detik-Detik Runtuhnya Tembok Berlin Ketika Sejarah Berubah Selamanya

Para penari biasanya membentuk barisan panjang sambil bergandengan tangan atau merentangkan kain panjang (biasanya sarung atau selendang) sebagai penghubung antarpenari.

Mereka bergerak secara ritmis mengikuti irama musik tradisional yang dimainkan dengan alat musik seperti tifa, gong, dan suling bambu. Setiap gerakan dalam tarian ini mengandung filosofi tertentu.

Misalnya, langkah kaki yang serempak melambangkan kekompakan, sedangkan gerakan tangan yang saling meraih mencerminkan solidaritas dan saling membantu.

Busana dan Properti

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait