Pemkot PGA

Jejak Sejarah dan Warisan Budaya: Menelusuri Museum Bumi Pakarang Susuhunan di Surakarta!

Jejak Sejarah dan Warisan Budaya: Menelusuri Museum Bumi Pakarang Susuhunan di Surakarta!

Jejak Sejarah dan Warisan Budaya: Menelusuri Museum Bumi Pakarang Susuhunan di Surakarta!-net:foto-

PAGARALAMPOS.COM - Museum Bumi Pakarang Susuhunan adalah salah satu destinasi budaya yang menyimpan kekayaan sejarah serta warisan leluhur yang berharga di tanah Jawa.

Berlokasi di Surakarta (Solo), museum ini menjadi tempat pelestarian berbagai koleksi pusaka, senjata tradisional, serta benda-benda bersejarah yang berkaitan erat dengan Kesultanan Surakarta Hadiningrat.

Awal Mula Berdirinya Museum

Museum Bumi Pakarang Susuhunan didirikan sebagai upaya untuk merawat dan memperkenalkan kembali kekayaan budaya Jawa kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.

BACA JUGA:Sejarah Monumen Emmy Saelan: Mengenang Kepahlawanan Pejuang Wanita dari Sulawesi Selatan!

Nama “Bumi Pakarang” sendiri mengacu pada "tanah senjata", sementara “Susuhunan” merujuk pada gelar pemimpin Kesultanan Surakarta.

Dari namanya saja, kita bisa menangkap bahwa museum ini fokus pada koleksi senjata tradisional dan benda-benda milik kerajaan.

Didirikan atas prakarsa Keraton Surakarta, museum ini resmi dibuka untuk umum pada awal tahun 2000-an.

Tujuan utamanya adalah agar benda-benda bersejarah yang sebelumnya hanya tersimpan di lingkungan keraton bisa dilihat, dipelajari, dan dihargai oleh masyarakat luas.

BACA JUGA:Sejarah dan Misteri Gunung Lewotobi: Kisah Cinta Terlarang, Ritual Gaib, dan Murka Alam di Flores Timur!

Koleksi dan Keunikan Museum

Salah satu daya tarik utama Museum Bumi Pakarang Susuhunan adalah koleksi kerisnya yang sangat lengkap. Keris-keris ini bukan hanya berasal dari era Surakarta, tapi juga dari berbagai daerah di Nusantara.

Setiap keris memiliki bentuk, pamor (motif logam), serta cerita yang unik. 

Selain keris, museum ini juga menyimpan berbagai jenis tombak, pedang, perisai, serta senjata tradisional lainnya yang digunakan baik dalam upacara adat maupun peperangan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait