Pemkot PGA

Sejarah Monumen Emmy Saelan: Mengenang Kepahlawanan Pejuang Wanita dari Sulawesi Selatan!

Sejarah Monumen Emmy Saelan: Mengenang Kepahlawanan Pejuang Wanita dari Sulawesi Selatan!

Sejarah Monumen Emmy Saelan: Mengenang Kepahlawanan Pejuang Wanita dari Sulawesi Selatan!-net:foto-

PAGARALAMPOS.COM - Monumen Emmy Saelan merupakan salah satu simbol perjuangan perempuan Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Terletak di Makassar, Sulawesi Selatan, monumen ini dibangun untuk mengenang jasa dan keberanian Emmy Saelan, seorang pejuang wanita yang gugur di usia muda dalam pertempuran melawan penjajah Belanda.

Melalui kisah perjuangannya, masyarakat diingatkan akan semangat patriotisme dan dedikasi yang tak mengenal gender maupun usia.

Siapa Itu Emmy Saelan?

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Legenda Si Pitung: Pahlawan Rakyat dari Betawi!

Sejak muda, Emmy telah menunjukkan kepedulian terhadap nasib bangsa yang saat itu masih dalam cengkeraman kolonialisme.

Setelah menamatkan pendidikan di sekolah perawat, ia aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan mulai mendekat pada gerakan nasionalis.

Ketika Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, suasana di berbagai daerah masih jauh dari damai.

Ia bergabung dengan Laskar Wanita Indonesia (Laswi), sebuah kelompok perempuan pejuang yang tak hanya memberikan dukungan logistik, tetapi juga terjun langsung ke medan perang.

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Legenda Puteri Pukes: Kisah Cinta dan Kutukan dari Tanah Gayo!

Di tengah medan konflik yang keras, Emmy dikenal sebagai sosok pemberani, penuh semangat, dan tidak gentar menghadapi musuh.

Gugur di Usia Muda

Perjuangan Emmy Saelan mencapai puncaknya pada tahun 1946. Dalam sebuah operasi pertempuran di daerah Suli, Kabupaten Maros, Emmy memimpin sekelompok pejuang dalam menghadang pasukan Belanda yang masuk ke wilayah tersebut.

Dalam pertempuran sengit itu, Emmy tertembak dan gugur pada usia yang sangat muda, yaitu 22 tahun.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait