Pemkot PGA

Sungai Muara Balak Meluap Rendam Permukiman Warga di OKI Timur

Sungai Muara Balak Meluap Rendam Permukiman Warga di OKI Timur

Foto : Luapan Sungai Balak di OKI merendam pemukiman warga disejumlah desa--ist

PAGARALAMPOS.COM - Tingginya intensitas hujan mengguyur wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur sejak Rabu malam menyebabkan banjir di sejumlah desa pada Kamis (8/1/2026) pagi. Luapan Sungai Muara Balak mengakibatkan puluhan rumah warga terendam air dengan ketinggian cukup signifikan.

Banjir melanda Kecamatan Belitang III dan berdampak pada sedikitnya tujuh desa, yakni Desa Nusa Jaya, Nusa Tenggara, Karang Jadi, Nusa Bakti, Ringin Sari, Dadirejo, serta Desa Sukanegara Nusa Maju. Air mulai masuk ke permukiman warga sejak dini hari.

Kepala Seksi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Timur, Budi, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama sejak malam hingga pagi hari.

“Hujan turun dengan intensitas tinggi sejak malam dan hingga pagi hari masih berlangsung di beberapa wilayah terdampak,” ujar Budi saat dikonfirmasi, Kamis (8/1/2026).

Selain hujan, banjir diperparah oleh meluapnya Sungai Muara Balak yang berada di wilayah Desa Nusa Jaya. Luapan sungai tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 03.30 WIB dan langsung menggenangi rumah-rumah warga di sekitarnya.

BACA JUGA:Kisah Sukarelawan Uniled Pagar Alam di Lokasi Banjir Gurun Laweh, Beri Pendampingan Healing Pascabencana

BACA JUGA:Pemprov Sumsel Distribusikan 52,9 Ton Misi Kemanusiaan Korban Banjir di Sumatera

Ketinggian air yang masuk ke permukiman bervariasi, mulai dari sekitar 60 sentimeter hingga mencapai 80 sentimeter. Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga lumpuh dan sejumlah perabotan rumah tangga ikut terendam.

Budi menyebutkan, hingga saat ini BPBD OKU Timur masih melakukan pendataan terhadap jumlah rumah dan warga yang terdampak banjir. Data sementara menunjukkan puluhan rumah terendam, namun angka pasti masih menunggu laporan resmi dari lapangan.

Banjir yang terjadi pada dini hari membuat sebagian warga tidak sempat menyelamatkan barang berharga. Beberapa kendaraan roda dua dan perabot rumah tangga dilaporkan terendam air yang masuk hingga ke dalam rumah.

BACA JUGA:Debit Sungai Musi meninggi, BBWS Sumatera VIII Ingatkan Warga Waspada

Meski demikian, sebagian warga memilih bertahan di rumah masing-masing sambil memantau kondisi air. BPBD OKU Timur terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan aparat setempat untuk melakukan pemantauan intensif serta menyiapkan langkah evakuasi jika debit air kembali meningkat.

“Pemantauan terus dilakukan dan kami siap melakukan penanganan lanjutan apabila kondisi memburuk,” pungkas Budi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: