Karangetang, Gunung Api Abadi dari Siau: Kisah Letusan, Legenda, dan Kehidupan di Lerengnya
Karangetang, Gunung Api Abadi dari Siau: Kisah Letusan, Legenda, dan Kehidupan di Lerengnya-Foto: net -
PAGARALAMOS.COM - Di tengah hamparan laut biru Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, berdiri Gunung Karangetang—salah satu Gunung berapi paling aktif di Indonesia dan dunia.
Aktivitasnya yang intens telah membentuk catatan ilmiah sekaligus warisan budaya bagi masyarakat sekitar.
Lokasi dan Ciri Fisik
Karangetang adalah gunung berapi strato, berbentuk kerucut dengan lereng curam dan beberapa kawah aktif di puncaknya—terdiri dari lima kawah sumber letusan dan aktivitas magmatik.
Sejarah Letusan
Catatan kuno menunjukkan aktivitas vulkanik Karangetang terjadi sejak abad ke-17, dengan letusan terdokumentasi pertama pada tahun 1675.
BACA JUGA:Tempat Semayam Para Dewa? Ini Alasan Gunung Sumbing Dianggap Tempat Suci dan Sakral
BACA JUGA:Menyikapi Sejarah Gunung Binaiya: Jejak Alam dan Budaya di Tanah Seram!
Selama abad terakhir saja, tercatat puluhan letusan besar—termasuk peristiwa penting pada 1949, 1951, 1960, 1992, 2007, 2010, 2015, hingga beberapa kali lagi pada dekade 2020-an. Tipe letusannya bervariasi, mulai dari lava pijar, awan panas, hingga guguran material vulkanik yang berpotensi merusak permukiman, seperti pada letusan besar tahun 2007. Petugas sering menetapkan status siaga atau awas saat terjadi lonjakan aktivitas.
Mitos dan Tradisi Lokal
Bagi masyarakat Siau, Karangetang lebih dari sekadar gunung—ia dianggap memiliki roh penjaga, diyakini sebagai perwujudan leluhur yang menjaga keseimbangan alam.
Saat gunung menunjukkan tanda-tanda aktivitas, warga secara rutin menggelar ritual adat seperti tulude, berupa syukuran dan permohonan keselamatan melalui doa dan persembahan makanan.
Dampak terhadap Kehidupan Sehari-hari
Letusan Karangetang memberikan dampak ganda. Abu vulkaniknya membuat tanah di lereng gunung menjadi sangat subur, ideal untuk menanam komoditas seperti cengkeh, pala, dan kelapa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
