Pemkot PGA

Mengungkap Misteri Bukit Golgota: Titik Puncak Sejarah Penebusan Manusia

Mengungkap Misteri Bukit Golgota: Titik Puncak Sejarah Penebusan Manusia

Mengungkap Misteri Bukit Golgota: Titik Puncak Sejarah Penebusan Manusia-Foto: net -

PAGARALAMPOS.COM - Bukit Golgota, yang juga disebut Kalvari—berasal dari bahasa Latin Calvaria, yang berarti "tengkorak"—merupakan salah satu tempat paling suci dalam sejarah Kekristenan.

Lokasi ini diyakini sebagai tempat Yesus Kristus disalibkan, menjadikannya lambang utama pengorbanan demi penebusan dosa umat manusia.

Dahulu terletak di luar tembok Yerusalem kuno, kawasan ini kini berada dalam kompleks Gereja Makam Kudus yang berada di jantung Kota Tua Yerusalem.

Asal-usul Nama "Golgota"

Nama Golgota kemungkinan muncul karena bentuk bukitnya yang menyerupai tengkorak manusia, atau karena fungsinya di masa lalu sebagai tempat eksekusi, di mana banyak jenazah dibiarkan tergeletak.

Injil Matius (27:33), Markus (15:22), Lukas (23:33), dan Yohanes (19:17) secara eksplisit menyebut Golgota sebagai lokasi penyaliban Yesus.

BACA JUGA: Danau Satonda: Sejarah Alam dan Legenda Mistis Pulau Vulkanik yang Menawan

BACA JUGA:Mengenal Bukit Ketapang: Catatan Sejarah Perjuangan dan Pesona Alam yang Memikat

Penetapan Lokasi dalam Sejarah

Walaupun sempat menjadi topik perdebatan di kalangan arkeolog dan sejarawan, kebanyakan tradisi Kristen menerima bahwa Golgota berada di dalam area Gereja Makam Kudus.

Gereja tersebut dibangun pada abad ke-4 atas perintah Kaisar Konstantinus, berdasarkan kesaksian dan penemuan yang dibuat oleh ibunya, Helena, selama ziarah ke Tanah Suci pada tahun 326 M.

Dalam catatan sejarah, Helena diyakini menemukan potongan kayu salib yang diklaim sebagai salib asli Yesus, yang kemudian memperkuat keyakinan bahwa lokasi tersebut adalah tempat penyaliban dan pemakaman-Nya.

Sejarah Gereja Makam Kudus

Didirikan pertama kali pada tahun 335 M, Gereja Makam Kudus telah mengalami berbagai fase sejarah—mulai dari penghancuran oleh bangsa Persia pada abad ke-7, renovasi oleh Kekaisaran Bizantium, hingga menjadi pusat keagamaan penting pada era Perang Salib. Kini, gereja ini menjadi tujuan ziarah utama bagi umat Kristen dari berbagai belahan dunia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait