Pemkot PGA

Mengenal Suku Kluet: Warisan Leluhur yang Membentuk Identitas Budaya Aceh Selatan

Mengenal Suku Kluet: Warisan Leluhur yang Membentuk Identitas Budaya Aceh Selatan

Mengenal Suku Kluet: Warisan Leluhur yang Membentuk Identitas Budaya Aceh Selatan-Foto: net -

PAGARALAMPOS.COM - Suku Kluet merupakan salah satu komunitas etnis yang mendiami wilayah barat daya Provinsi Aceh, tepatnya di Kabupaten Aceh Selatan.

Walau tidak sepopuler Suku Aceh atau Gayo, masyarakat Kluet memiliki warisan budaya dan sejarah yang kaya, mencerminkan keberagaman serta interaksi budaya yang terjadi di Tanah Rencong sejak berabad-abad silam.

Asal Usul dan Penyebaran

Penamaan “Kluet” diyakini berasal dari nama Sungai Kluet yang mengalir di kawasan tersebut, menjadi sumber kehidupan utama bagi masyarakat sekitar.

Beberapa ahli antropologi berpendapat bahwa suku ini memiliki keterkaitan dengan rumpun Batak, yang kemudian mengalami proses percampuran budaya akibat pengaruh politik dan sosial dari wilayah sekitarnya, termasuk dari Kesultanan Aceh.

Hal ini terlihat dari adanya kemiripan adat dan bahasa antara masyarakat Kluet dan suku-suku Batak seperti Alas dan Pakpak.

BACA JUGA:Makna dan Sejarah Rumah Baileo sebagai Pusat Tradisi dan Identitas Maluku

BACA JUGA: Danau Satonda: Sejarah Alam dan Legenda Mistis Pulau Vulkanik yang Menawan

Bahasa dan Sistem Kekerabatan

Bahasa yang dituturkan oleh masyarakat Kluet disebut Bahasa Kluet, yang secara linguistik memiliki hubungan dekat dengan Bahasa Alas dan beberapa dialek Batak lainnya.

Dalam struktur sosialnya, masyarakat Kluet tetap memegang teguh sistem marga atau “merga” sebagai penanda identitas dan garis keturunan.

Beberapa marga yang dikenal di antaranya Caniago, Pelis, Selian, dan Bencawan. Marga ini berperan penting dalam sistem adat, perkawinan, dan struktur sosial masyarakat.

Adat Istiadat dan Hukum Adat

Tradisi dan adat masyarakat Kluet masih terjaga dan dijalankan hingga kini. Mereka memiliki struktur adat yang terdiri dari "Tuha Peut" dan "Tuha Lapan", yang bertugas menyelesaikan persoalan sosial, seperti konflik keluarga, masalah pertanahan, hingga urusan pernikahan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait