Suku Bawean: Warisan Leluhur dan Identitas Budaya dari Pulau di Laut Jawa
Suku Bawean: Warisan Leluhur dan Identitas Budaya dari Pulau di Laut Jawa-Foto: net -
PAGARALAMPOS.COM - Di tengah hamparan Laut Jawa, sekitar 150 kilometer dari Gresik, Jawa Timur, terdapat sebuah pulau kecil nan memesona bernama Bawean.
Tak hanya menyuguhkan keindahan alam yang memikat, pulau ini juga dikenal sebagai rumah bagi komunitas etnis yang memiliki kekayaan budaya tersendiri — Suku Bawean.
Meskipun letaknya tidak jauh dari Pulau Jawa, masyarakat Bawean memiliki tradisi dan nilai-nilai khas yang membedakan mereka dari kelompok etnis lain di sekitarnya.
Identitas ini terbentuk melalui pengaruh sejarah panjang dan interaksi budaya yang berlangsung selama berabad-abad.
BACA JUGA: Jejak Sejarah Suku Zulu: Bangsa Pejuang yang Mengukir Legenda Afrika Selatan
BACA JUGA:Mengungkap Sejarah Kerajaan Berau, Pusat Perdagangan dan Maritim Kalimantan Timur
Jejak Asal Usul dan Latar Belakang Sejarah
Asal-usul Suku Bawean masih menjadi kajian menarik bagi para ahli sejarah dan antropologi.
Secara umum, mereka diyakini sebagai keturunan campuran dari suku-suku seperti Madura, Jawa, Bugis, Makassar, Melayu, hingga Arab, yang datang ke Bawean sejak abad ke-14 melalui jalur perdagangan laut.
Nama "Bawean" dipercaya berasal dari bahasa Sanskerta, yang berarti "cahaya yang muncul".
Nama ini muncul dari pengalaman para pelaut yang melihat cahaya pulau tersebut dari kejauhan, seperti sinyal harapan di tengah lautan luas.
Secara geografis, Pulau Bawean pernah menjadi titik singgah penting dalam jalur pelayaran antara Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa.
BACA JUGA:Sejarah Danau Ranau: Keindahan Alam dan Warisan Geologi di Perbatasan Sumatera Selatan dan Lampung
BACA JUGA:Rekomendasi Wisata Pekanbaru: Menjelajahi Pesona Alam, Budaya, dan Sejarah di Ibu Kota Riau!
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
