Pemkot PGA

Menguak Fakta Sejarah Danau Kaolin: Permata Biru di Tengah Bekas Tambang!

Menguak Fakta Sejarah Danau Kaolin: Permata Biru di Tengah Bekas Tambang!

Menguak Fakta Sejarah Danau Kaolin: Permata Biru di Tengah Bekas Tambang!-net:foto-

PAGARALAMPOS.COM - Di balik keelokan warna birunya yang memesona, Danau Kaolin menyimpan kisah panjang tentang eksploitasi alam dan perubahan fungsi lahan yang tak disangka-sangka.

Terletak di Desa Air Raya Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, danau ini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang dulunya sama sekali tidak dirancang untuk keindahan wisata.

Asal-Usul dan Nama Kaolin

Nama "Kaolin" berasal dari jenis tanah liat putih yang mengandung mineral kaolinit, yang biasa digunakan dalam berbagai industri, mulai dari keramik, kosmetik, hingga kertas.

BACA JUGA:Sejarah Patung David: Mahakarya Michelangelo yang Menggetarkan Dunia!

Indonesia, khususnya Bangka Belitung, memang dikenal memiliki cadangan kaolin yang cukup besar. Sejak masa penjajahan Belanda, wilayah ini telah menjadi pusat pertambangan timah dan kaolin.

Tambang kaolin di kawasan ini mulai aktif pada pertengahan abad ke-20 dan berlangsung selama puluhan tahun.

Proses penambangan kaolin dilakukan dengan cara menggali lapisan tanah yang mengandung mineral, lalu menyisakan lubang-lubang besar di permukaan tanah.

Seiring berjalannya waktu, lubang-lubang tersebut terisi oleh air hujan dan air tanah, membentuk kolam-kolam besar yang kini dikenal sebagai Danau Kaolin.

BACA JUGA:Menelusuri Tradisi Suku Aru: Warisan Budaya yang Bertahan di Ujung Timur Nusantara!

Dari Lubang Tambang Menjadi Daya Tarik Wisata

Transformasi Danau Kaolin dari bekas tambang menjadi tempat wisata tidak terjadi secara instan. Awalnya, area ini ditinggalkan begitu saja oleh para penambang.

Namun, lambat laun masyarakat mulai menyadari keunikan danau ini.

Airnya berwarna biru cerah, kontras dengan daratan putih yang mengelilinginya, menciptakan panorama yang hampir menyerupai danau-danau eksotis di luar negeri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait