Menelusuri Tradisi Suku Aru: Warisan Budaya yang Bertahan di Ujung Timur Nusantara!
Menelusuri Tradisi Suku Aru: Warisan Budaya yang Bertahan di Ujung Timur Nusantara!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Di ujung timur Indonesia, tepatnya di Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, hidup sebuah komunitas adat yang kaya akan sejarah dan tradisi unik: Suku Aru.
Meskipun namanya tidak setenar suku-suku besar lain di Nusantara, Suku Aru memiliki kekayaan budaya dan warisan leluhur yang patut dihargai.
Dari ritus kehidupan hingga adat dalam bermasyarakat, sejarah tradisi Suku Aru merupakan mozaik penting dalam kebudayaan Indonesia Timur.
Asal-Usul Suku Aru
BACA JUGA:Suku Aru: Warisan Budaya Maritim yang Mengakar di Kepulauan Maluku
Suku Aru mendiami Kepulauan Aru, sebuah gugusan pulau terpencil yang berbatasan langsung dengan Laut Arafura dan Australia bagian utara.
Secara historis, kawasan ini menjadi persinggahan penting dalam jalur perdagangan maritim kuno.
Interaksi mereka dengan pedagang luar—termasuk dari Bugis, Makassar, dan bangsa Eropa seperti Belanda—membentuk suatu masyarakat yang terbuka namun tetap menjaga adat dan identitas lokalnya.
Masyarakat Aru memiliki latar belakang etnis Melanesia dan Austronesia. Mereka terbagi dalam berbagai marga atau klan yang masing-masing memiliki struktur adat tersendiri.
BACA JUGA:Makna dan Sejarah Rumah Baileo sebagai Pusat Tradisi dan Identitas Maluku
Sistem kekerabatan mereka erat dan kolektif, mencerminkan nilai-nilai komunal yang masih dijunjung tinggi hingga kini.
Sistem Sosial dan Kekerabatan
Sistem sosial Suku Aru sangat dipengaruhi oleh struktur adat yang disebut "Rat". Seorang Rat adalah pemimpin adat yang dipilih berdasarkan garis keturunan dan pengakuan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
