Pemkot PGA

Sejarah Suku Bodi: Jejak Leluhur di Lembah Sumatera Barat!

Sejarah Suku Bodi: Jejak Leluhur di Lembah Sumatera Barat!

Sejarah Suku Bodi: Jejak Leluhur di Lembah Sumatera Barat!-net:foto-

PAGARALAMPOS.COM - Suku Bodi merupakan salah satu sub-Suku Minangkabau yang memiliki peran penting dalam sejarah dan kebudayaan masyarakat Sumatera Barat.

Meskipun tidak sepopuler suku-suku besar lainnya di Indonesia, Suku Bodi menyimpan sejarah panjang dan nilai-nilai adat yang masih dijaga hingga kini.

Berasal dari daerah Luhak Nan Tigo, khususnya Luhak Tanah Datar, Suku Bodi menjadi bagian integral dalam sistem kekerabatan dan struktur sosial masyarakat Minangkabau.

Asal Usul dan Persebaran

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Patung Yesus Buntu Burake: Simbol Iman dari Puncak Tana Toraja!

Suku Bodi dipercaya merupakan salah satu dari empat suku asli Minangkabau, yang dikenal dengan sebutan "urang nan ampat jinih": Koto, Piliang, Bodi, dan Caniago.

Keempat suku ini dianggap sebagai kelompok awal yang menetap di wilayah Minangkabau, dan menjadi fondasi dari sistem adat serta pembentukan nagari-nagari di daerah tersebut.

Nama “Bodi” sendiri memiliki akar yang tidak sepenuhnya jelas, tetapi sebagian ahli budaya menduga kata tersebut berasal dari istilah kuno yang merujuk pada kelompok masyarakat tertentu yang tinggal di lembah-lembah subur di sekitar Bukit Barisan.

Dari Tanah Datar, anggota suku ini kemudian menyebar ke berbagai wilayah seperti Agam, Lima Puluh Kota, dan Padang Pariaman, mengikuti gelombang migrasi masyarakat Minangkabau yang dikenal dinamis dan merantau.

BACA JUGA:Gunung Sago, Permata Tersembunyi di Ketinggian Sumatera Barat yang Penuh Cerita dan Pesona

Peran dalam Adat dan Sosial

Suku Bodi, bersama dengan suku lainnya, memainkan peran sentral dalam sistem adat Minangkabau yang menganut prinsip matrilineal garis keturunan ditarik dari pihak ibu.

Dalam sistem ini, identitas suku, harta pusaka, dan hak adat diwariskan melalui garis ibu, dan bukan dari ayah seperti dalam sistem patrilineal yang umum di banyak budaya lain.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait