Candi Bahal dan Sejarahnya: Warisan Agama Buddha Vajrayana di Pedalaman Sumatra Utara
Candi Bahal dan Sejarahnya: Warisan Agama Buddha Vajrayana di Pedalaman Sumatra Utara-Foto: net -
PAGARALAMPOS.COM - Di tengah kawasan perbukitan dan hutan tropis di Sumatra Utara, terdapat sebuah kompleks candi kuno yang menyimpan nilai sejarah dan budaya yang mendalam, namun kurang dikenal oleh banyak orang.
Candi Bahal, yang juga dikenal dengan nama Candi Portibi, merupakan peninggalan dari agama Buddha aliran Vajrayana yang terletak di wilayah Padang Lawas.
Kompleks candi ini menjadi saksi bisu perkembangan agama, arsitektur, serta interaksi budaya dan perdagangan di kawasan Sumatra pada masa lampau.
Lokasi dan Keunikan Candi Bahal
Candi Bahal berada di Desa Bahal, Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas, Sumatra Utara.
Letaknya yang terpencil membuat tempat ini jarang dikunjungi oleh wisatawan, tetapi justru itu yang membuatnya menarik bagi para sejarawan dan peneliti budaya.
Candi ini merupakan bagian dari kompleks percandian Padang Lawas yang terdiri dari sejumlah situs candi yang tersebar di sepanjang lembah Sungai Barumun.
Ketiga candi utama memiliki kemiripan dalam konstruksi, dibangun dari bata merah dan dihiasi ornamen yang menunjukkan pengaruh seni dan budaya dari Asia Selatan.
BACA JUGA:Sejarah Candi Agung Amuntai: Warisan Kerajaan Hindu di Kalimantan Selatan
BACA JUGA:Sejarah Dam Candi Limo: Warisan Irigasi Kuno yang Menyimpan Nilai Sejarah!
Sejarah dan Perkembangan
Diperkirakan Candi Bahal dibangun pada masa antara abad ke-11 hingga abad ke-13 Masehi, saat Kerajaan Pannai mencapai masa kejayaannya.
Pannai sendiri merupakan kerajaan bercorak Buddha yang diduga menjadi bagian dari federasi kerajaan Sriwijaya, penguasa wilayah maritim Asia Tenggara kala itu.
Keberadaan Candi Bahal mengindikasikan perkembangan pesat agama Buddha, terutama aliran Vajrayana, di daerah tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
