Sejarah Dam Candi Limo: Warisan Irigasi Kuno yang Menyimpan Nilai Sejarah!
Sejarah Dam Candi Limo: Warisan Irigasi Kuno yang Menyimpan Nilai Sejarah!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Meski tidak setenar candi-candi besar seperti Borobudur atau Prambanan.
Dam Candi Limo menyimpan cerita menarik tentang sistem pengairan kuno dan bagaimana peradaban masa lampau mengelola sumber daya air dengan teknologi sederhana namun efektif.
Asal Usul Nama Candi Limo
Nama “Candi Limo” sendiri memiliki makna “lima candi” dalam bahasa Jawa. Di kawasan tersebut memang ditemukan lima struktur batu yang menyerupai bangunan candi kecil.
BACA JUGA:Sejarah Suku Rambang: Jejak Budaya dan Identitas yang Mengakar!
Meski kini bentuk aslinya tidak utuh lagi, keberadaan lima struktur tersebut menjadi latar penamaan daerah itu.
Namun, dam atau bendungan ini bukanlah bagian dari struktur candi itu sendiri.
Ia merupakan bangunan yang berdiri di atas aliran sungai dan berfungsi sebagai sistem pengatur aliran air untuk kebutuhan pertanian dan pengairan sawah penduduk sekitar.
Dam ini menjadi simbol bagaimana masyarakat masa lalu sudah memahami pentingnya konservasi air dan teknologi irigasi yang berkelanjutan.
Fungsi Dam Candi Limo
Dam Candi Limo dibangun untuk mendistribusikan air dari sungai ke area persawahan di sekitarnya. Sistem irigasi ini sangat vital bagi masyarakat yang sebagian besar bergantung pada pertanian.
BACA JUGA:Mengenal Sejarah Tugu Maseng Bogor: Jejak Perjuangan Rakyat yang Terlupakan!
Dengan adanya dam ini, air bisa ditampung dan dialirkan sesuai kebutuhan, baik saat musim hujan maupun kemarau.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
