Pemkot PGA

Mengulik Sejarah Keraton Surosowan: Jejak Kebesaran Kesultanan Banten!

Mengulik Sejarah Keraton Surosowan: Jejak Kebesaran Kesultanan Banten!

Mengulik Sejarah Keraton Surosowan: Jejak Kebesaran Kesultanan Banten!-net:foto-

PAGARALAMPOS.COM - Keraton Surosowan merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang sangat penting di Provinsi Banten, khususnya di Kota Serang.

Keraton ini adalah saksi bisu kejayaan Kesultanan Banten, yang pernah menjadi salah satu pusat perdagangan dan kekuatan Islam terbesar di Nusantara pada abad ke-16 hingga abad ke-19.

Sejarah Keraton Surosowan bukan hanya mengisahkan tentang bangunan fisik, tetapi juga cerita tentang kekuatan politik, budaya, dan agama yang membentuk identitas masyarakat Banten hingga kini.

Asal Usul dan Pendirian Keraton Surosowan

BACA JUGA:Sejarah Benteng Ujung Pandang: Dari Benteng Kerajaan Gowa hingga Fort Rotterdam, Jejak Kolonial dan Warisan!

Keraton Surosowan dibangun pada awal abad ke-16, tepatnya pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin, Sultan pertama Kesultanan Banten.

Sultan Maulana Hasanuddin adalah putra Sultan Trenggono dari Kesultanan Demak yang berhasil mendirikan kerajaan Islam baru di daerah Banten.

Nama Surosowan sendiri dipercaya berasal dari kata “Suro” yang berarti mulia atau suci, dan “Sowan” yang berarti berkunjung, menggambarkan tempat suci yang sering dikunjungi oleh para raja dan bangsawan.

Keraton ini awalnya berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan kediaman resmi sultan serta keluarganya.

Selain itu, Surosowan juga menjadi pusat aktivitas politik dan keagamaan, tempat di mana berbagai keputusan penting diambil dan upacara kerajaan dilaksanakan.

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Kelenteng Sam Poo Kong: Jejak Laksamana Cheng Ho yang Memukau di Semarang!

Lokasinya yang strategis di tepi Sungai Cibanten memudahkan akses bagi para pedagang dan tamu dari berbagai daerah, terutama dari wilayah Selat Malaka dan Samudra Hindia.

Arsitektur dan Keunikan Keraton

Arsitektur Keraton Surosowan menggabungkan unsur budaya lokal dengan pengaruh Islam dan Tionghoa, yang tercermin pada desain bangunannya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait