Jatuhnya Konstantinopel Akhir Kekaisaran Romawi, Awal Dominasi Islam
--
PAGARALAMPOS.COM - Pada tanggal 29 Mei 1453, dunia menyaksikan peristiwa monumental yang mengubah arah sejarah jatuhnya Konstantinopel ke tangan Sultan Mehmed II dari Kekaisaran Utsmaniyah.
Kota yang pernah menjadi jantung Kekaisaran Romawi Timur itu akhirnya takluk setelah pengepungan selama 53 hari.
Bentengnya yang kokoh tak mampu bertahan dari meriam raksasa Utsmaniyah yang revolusioner di masanya.
Dengan itu, era Kekaisaran Bizantium pun resmi berakhir.
BACA JUGA:Mengenal Sejarah Ratu Tribhuwana Tunggadewi: Sang Ratu Pejuang dari Majapahit!
Kejatuhan Konstantinopel bukan sekadar kemenangan militer; ia menandai lahirnya era baru dalam peta kekuasaan global.
Bagi dunia Islam, ini adalah kebangkitan simbolik dan strategis yang memperkuat posisi Utsmaniyah sebagai kekuatan utama.
Sementara itu, Eropa terkejut dan terguncang melihat benteng Kristen yang legendaris runtuh di tangan kaum Muslim.
Dampaknya menjalar ke seluruh benua, memicu ketakutan sekaligus semangat untuk berinovasi dan memperkuat pertahanan.
BACA JUGA:Mengenal Sejarah dan Misteri Gunung Pesagi: Gunung Sakral di Tanah Lampung Barat!
Sejak saat itu, Konstantinopel yang kemudian dinamai Istanbul menjadi pusat peradaban Islam yang makmur dan kosmopolitan.
Sultan Mehmed II mengubah Hagia Sophia menjadi masjid dan membuka kota itu bagi umat dari berbagai latar belakang.
Istanbul tumbuh sebagai pusat perdagangan, ilmu pengetahuan, dan budaya yang menyaingi kota-kota besar Eropa.
Dalam bayang-bayang menara dan pasar yang semarak, lahirlah perpaduan unik antara warisan Romawi dan semangat Islam.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
