Jejak Kemaritiman Indonesia dalam Monumen Jalesveva Jayamahe di Surabaya
Monumen Jalesveva Jayamahe berdiri megah di kawasan Ujung, Surabaya, sebagai ikon kebanggaan TNI Angkatan Laut sekaligus lambang kejayaan maritim Nusantara. Selain menjadi penanda kekuatan pertahanan laut, monumen ini sarat dengan nilai sejarah, budaya, d-Foto: net -
PAGARALAMPOS.COM - Monumen Jalesveva Jayamahe menjulang megah di kawasan Ujung, Surabaya, sebagai simbol kebesaran TNI Angkatan Laut dan kebanggaan maritim Indonesia.
Tak sekadar menjadi penanda kekuatan pertahanan laut, monumen ini menyimpan makna sejarah, nilai budaya, serta semangat nasionalisme yang mendalam.
Arti Nama dan Nilai Filosofis
Nama "Jalesveva Jayamahe" diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti "Di Laut Kita Jaya". Kalimat ini bukan hanya sekadar slogan, tetapi merupakan semboyan resmi TNI AL, yang menegaskan tekad Indonesia sebagai negara kepulauan untuk menjaga dan mengelola kekayaan lautnya secara mandiri dan berdaulat.
Ungkapan ini mencerminkan semangat bahari yang telah melekat dalam sejarah panjang Indonesia sebagai bangsa pelaut, sekaligus mencerminkan visi menuju kedaulatan maritim.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Air Terjun Nungnung: Keindahan Tersembunyi di Bali
BACA JUGA:Sejarah Air Terjun Tibumana: Misteri, Keindahan, dan Nilai Budaya di Balik Pesonanya
Latar Belakang dan Proses Pembangunan
Gagasan pembangunan Monumen Jalesveva Jayamahe mulai digagas pada akhir dekade 1980-an, sejalan dengan semangat membangkitkan kembali identitas kelautan nasional.
Pembangunannya dimulai secara resmi pada tahun 1993 atas inisiatif Laksamana TNI Muhammad Arifin, saat menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut. Ia ingin menumbuhkan kesadaran bahari di kalangan generasi muda.
Desain monumen dipercayakan kepada I Nyoman Nuarta, seniman patung terkemuka Indonesia yang juga merancang Patung Garuda Wisnu Kencana di Bali.
Setelah melewati proses konstruksi, monumen ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 5 Desember 1996, bertepatan dengan Hari Armada Republik Indonesia.
BACA JUGA:Sejarah Suku Dayak: Asal Usul, Kehidupan Sosial, dan Budaya di Pedalaman Kalimantan!
BACA JUGA:Sejarah Air Terjun Tegenungan: Dari Sumber Kehidupan Menjadi Destinasi Wisata Dunia!
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
