Pemkot PGA

Sejarah Air Terjun Tegenungan: Dari Sumber Kehidupan Menjadi Destinasi Wisata Dunia!

Sejarah Air Terjun Tegenungan: Dari Sumber Kehidupan Menjadi Destinasi Wisata Dunia!

Sejarah Air Terjun Tegenungan: Dari Sumber Kehidupan Menjadi Destinasi Wisata Dunia!-net:foto-

PAGARALAMPOS.COM - Bali dikenal sebagai pulau yang menyimpan sejuta pesona alam, budaya, dan sejarah.

Salah satu destinasi alam yang cukup populer, terutama di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara, adalah Air Terjun Tegenungan.

Terletak di Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Air Terjun Tegenungan bukan hanya menawarkan pemandangan alam yang memukau, tetapi juga memiliki cerita sejarah dan budaya yang menarik untuk diungkap.

Asal Usul Nama Tegenungan

BACA JUGA:Jembatan Merah, Saksi Bisu Pertempuran Dahsyat yang Mengubah Sejarah Surabaya

Nama "Tegenungan" diambil dari nama banjar atau dusun tempat air terjun ini berada, yaitu Banjar Tegenungan. Dalam bahasa Bali, "Tegenungan" sendiri tidak memiliki arti khusus, namun digunakan untuk menunjukkan identitas wilayah.

Banjar Tegenungan dulunya merupakan daerah persawahan yang subur, dengan Sungai Petanu yang mengalir membelah area tersebut.

Keberadaan sungai inilah yang kemudian menciptakan air terjun alami yang kini dikenal luas.

Perkembangan Sejarah Air Terjun

Pada masa lampau, Air Terjun Tegenungan hanya dikenal oleh masyarakat sekitar. Tempat ini sering digunakan sebagai lokasi untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci pakaian, atau mengambil air bersih.

BACA JUGA:Terungkap, Prasasti Tertua di Indonesia yang Menyimpan Misteri Peradaban Kuno

Sungai Petanu yang mengalir deras di lokasi ini dianggap sebagai anugerah bagi warga karena menjadi sumber kehidupan utama, terutama di masa ketika sistem irigasi modern belum banyak digunakan.

Selain fungsi praktis, area sekitar air terjun juga disakralkan oleh masyarakat lokal. Sungai Petanu, termasuk kawasan Tegenungan, dipercaya memiliki energi spiritual yang kuat.

Dalam beberapa tradisi Bali, air dari tempat-tempat alami seperti sungai, danau, dan mata air kerap digunakan dalam upacara keagamaan, seperti melukat (ritual penyucian diri secara spiritual).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait