Menelusuri Sejarah Jembatan Suramadu: Simbol Konektivitas dan Harapan di Timur Jawa!
Menelusuri Sejarah Jembatan Suramadu: Simbol Konektivitas dan Harapan di Timur Jawa!-net: foto-
PAGARALAMPOS.COM - Gagasan pembangunan jembatan penghubung antara Surabaya dan Madura sebenarnya sudah muncul sejak dekade 1960-an.
Namun, keterbatasan teknologi dan sumber daya saat itu membuat ide tersebut hanya menjadi wacana.
Baru pada awal tahun 1990-an, wacana ini kembali mencuat dan mulai mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.
Dorongan untuk membuka keterisolasian Madura dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah menjadi alasan utama di balik pengajuan proyek ini.
Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, proyek ini mulai dilirik sebagai salah satu rencana besar pembangunan nasional.
BACA JUGA:Alasan Mengapa Ibu Kandung Kartini Hanya Berstatus Selir dan Memanggil Anak-anaknya dengan 'Ndoro'
Namun, krisis ekonomi Asia tahun 1997 membuat banyak proyek infrastruktur ditangguhkan, termasuk proyek Jembatan Suramadu.
Barulah pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri, proyek ini kembali dihidupkan, dengan peletakan batu pertama dilakukan pada 20 Agustus 2003.
Pembangunan dan Tantangan
Pembangunan Jembatan Suramadu merupakan hasil kerja sama antara pemerintah Indonesia dan sejumlah perusahaan konstruksi nasional serta internasional.
BACA JUGA:Ternyata Ini yang Dibahas dalam Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung
Proyek ini dikerjakan oleh konsorsium dari Indonesia dan China, dengan pembagian tugas berdasarkan segmen jembatan.
Secara teknis, Jembatan Suramadu memiliki panjang total 5.438 meter. Jembatan ini terdiri dari tiga bagian utama: jembatan utama (main bridge), jembatan penghubung (approach bridge), dan jalan akses (causeway).
Struktur jembatan utamanya dirancang menggunakan sistem cable-stayed yang menjadikan tampilannya kokoh sekaligus estetis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
