Pemkot PGA

Ternyata Ini yang Dibahas dalam Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung

Ternyata Ini yang Dibahas dalam Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung

Ternyata Ini yang Dibahas dalam Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung-net-

PAGARALAMPOS.COM - Pada 18 April 2025, negara-negara di Asia dan Afrika akan mengenang 70 tahun Konferensi Asia-Africa (KAA) pertama yang diadakan di Bandung pada 18 April 1955. Salah satu hasil penting dari KAA 1955 adalah lahirnya Gerakan Non-Blok, di mana Indonesia menjadi salah satu inisiator utamanya.

Lalu, apa saja yang dibahas dalam Konferensi Asia Afrika 1955 ini?

KAA pertama berlangsung di Bandung dari 18 hingga 24 April 1955, dihadiri oleh 29 pemimpin negara-negara Asia dan Afrika. Mereka bisa dibilang mewakili separuh penduduk dunia pada saat itu yang masih terjajah. Penggagas dari konferensi ini meliputi Indonesia, India, Birma (Myanmar), Pakistan, dan Sri Lanka.

Menurut Kompas. ID, gagasan untuk mengadakan pertemuan antar negara Asia dan Afrika pertama kali disampaikan oleh Perdana Menteri Indonesia saat itu, Ali Sastroamidjojo, dalam pernyataan politiknya di depan Dewan Perwakilan Rakyat Sementara pada 23 Agustus 1953. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara negara-negara tersebut dalam rangka menciptakan perdamaian dunia.

BACA JUGA:Menembus Kabut Gunung Agung, Puncak Suci yang Menyimpan Rahasia Alam

Pernyataan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyelenggaraan Konferensi Kolombo pada 25 April-2 Mei 1954, di mana para pemimpin dari Sri Lanka, Birma, Pakistan, Indonesia, dan India hadir. Dari pertemuan ini, disepakati untuk mengadakan konferensi lanjutan bagi negara-negara Asia dan Afrika.

Selanjutnya, pada 28-29 Desember 1954, diadakan pertemuan di Bogor, Jawa Barat, untuk mematangkan gagasan tersebut. Hasil dari Pertemuan Bogor ini meliputi keputusan untuk mengadakan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada bulan April 1955, serta penetapan lima negara sebagai sponsor dan jumlah negara lain yang akan diundang.

Konferensi Asia Afrika akhirnya diselenggarakan pada 18-24 April 1955, bertempat di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, dan dibuka oleh Presiden Soekarno. Dalam konferensi ini, 29 negara Asia dan Afrika ambil bagian, menghasilkan kesepakatan yang dikenal dengan Dasasila Bandung. Dasasila ini menegaskan komitmen terhadap hak asasi manusia, integritas dan kedaulatan negara, serta persamaan hak semua suku dan bangsa.

BACA JUGA: Laut yang Menyimpan Rahasia, Benarkah Indonesia Tanah Atlantis?

Sebagai konferensi yang melibatkan negara-negara Asia dan Afrika, sejumlah negara berikut turut serta:

1. Afghanistan
2. Kamboja
3. China
4. Mesir
5. Ethiopia
6. Ghana
7. Iran
8. Irak
9. Jepang
10. Yordania
11. Laos
12. Lebanon
13. Liberia
14. Libya
15. Nepal
16. Filipina
17. Arab Saudi
18. Sudan
19. Suriah
20. Thailand
21. Turki
22. Vietnam Utara
23. Vietnam Selatan
24. Yaman

Dalam Konferensi Asia Afrika 1955, setiap negara menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sebagai bekas koloni yang baru saja merdeka. Berbagai isu dibahas, mulai dari perdamaian, peran negara-negara dunia ketiga dalam Perang Dingin, hingga perkembangan ekonomi dan dekolonisasi. Banyak peserta, khususnya dari Afrika, menyampaikan aspirasi negara-negara yang masih berjuang untuk merdeka.

Dasasila Bandung juga berisi prinsip-prinsip yang terkandung dalam Piagam PBB serta Lima Prinsip dari Jawaharlal Nehru, Perdana Menteri India.

Berikut adalah isi dari Dasasila Bandung:

1. Menghormati hak-hak asasi manusia serta tujuan dan prinsip yang terkandung dalam Piagam PBB.
2. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa.
3. Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua negara, baik besar maupun kecil.
4. Tidak melakukan intervensi atau campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain.
5. Menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri secara individual maupun kolektif sesuai dengan Piagam PBB.
6. Tidak menggunakan peraturan-peraturan pertahanan kolektif untuk kepentingan khusus salah satu negara besar, serta tidak melakukannya terhadap negara lain.
7. Tidak melakukan tindakan maupun ancaman agresi, atau penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah dan kemerdekaan politik suatu negara.
8. Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan cara damai, seperti melalui perundingan, kesepakatan, arbitrasi, atau metode damai lainnya, sesuai dengan pilihan pihak yang terlibat dan sesuai dengan Piagam PBB.
9. Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama antarnegara.
10. Menghormati hukum dan kewajiban internasional yang berlaku.

BACA JUGA:Rahasia Bikin Layar iPhone Lebih Menarik, Tips Wajib Buat Pengguna iOS

Dasasila Bandung menjadi harapan bagi semua peserta KAA Bandung, terutama karena banyak di antara mereka yang pernah mengalami penjajahan. KAA Bandung kemudian menginspirasi Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito, Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru, dan Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser untuk membentuk Gerakan Non-Blok.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait