Bikin Heboh! Menungkap Asal Usul Nama Curug Gong dan Sejarah Legenda di Baliknya
Bikin Heboh! Menungkap Asal Usul Nama Curug Gong dan Sejarah Legenda di Baliknya-kolase by pagaralampos-pagaralampos
PAGARALAMPOS.COM - Curug Goong, sebuah nama yang mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang,
namun menyimpan pesona dan kisah sejarah yang menarik di balik aliran airnya yang tenang dan alami.
Terletak di wilayah Pandeglang, Banten, Curug Goong merupakan salah satu air terjun yang dikenal bukan hanya karena keindahan alamnya, tapi juga karena nilai historis dan kultural yang melekat kuat di tengah masyarakat setempat.
Nama “Goong” sendiri dalam bahasa Sunda merujuk pada alat musik gamelan berbentuk gong besar, dan penamaan ini dipercaya erat kaitannya dengan suara gemuruh air terjun yang bergema menyerupai bunyi gong yang dipukul.
BACA JUGA:Bikin Penasaran? Ini dia Mitos dan Sejarah Curug Putri Palutungan Tempat Mandi Sang Putri Jelita
BACA JUGA:Menelusuri Keberadaan Candi Bumi Ayu Sejarah yang Tak Terlupakan!
Dari sanalah nama “Curug Goong” lahir bukan sekadar sebagai penamaan geografis, tetapi sebagai identitas lokal yang terjalin dengan cerita-cerita rakyat yang berkembang turun-temurun.
Dalam cerita lisan masyarakat sekitar, Curug Goong konon dulunya merupakan tempat pertapaan seorang tokoh sakti yang berasal dari zaman kerajaan Sunda Banten.
Tokoh ini dipercaya memiliki kemampuan spiritual tinggi, dan menjadikan kawasan sekitar curug sebagai tempat menyepi, bertapa, dan menyatu dengan alam.
Suara "goong" yang terdengar dari air terjun diyakini sebagai pertanda kehadiran makhluk gaib atau kekuatan supranatural yang menjaga tempat tersebut.
BACA JUGA:Sejarah Suku Bali, Perjalanan Sejarah Suku Bali yang Membentuk Identitas Budaya Kuat
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah dan Budaya Suku Sunda Dari Kerajaan Sunda Hingga Masa Kini
Bahkan hingga kini, sebagian masyarakat masih menganggap Curug Goong sebagai tempat keramat yang dihormati dan tidak sembarangan dikunjungi dengan niat yang tidak baik.
Beberapa ritual adat tertentu masih dilakukan oleh warga setempat sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan penjaga alam yang dipercaya mendiami kawasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
